Konspirasi Amerika dan al-Jolani Boyong Kembali Terorisme ke Irak Via Penyeberangan Al-Hol
POROS PERLAWANAN — Para analis Irak memperingatkan adanya rencana Amerika Serikat dan Abu Mohammad al-Jolani yang berpotensi mengancam keamanan serta stabilitas Irak dengan menghidupkan kembali aktivitas terorisme.
Menurut Kantor Berita Tasnim pada Minggu 7 Desember, pakar politik Irak, Muhammad al-Dhari mengingatkan bahwa terdapat indikasi kuat tentang upaya terkoordinasi antara AS dan Pemerintahan al-Jolani untuk mengembalikan elemen-elemen teroris ke Irak melalui jalur perlintasan kamp Al-Hol di Suriah.
Al-Dhari menyatakan, “Tanda-tanda rencana baru telah terlihat melalui tekanan terhadap partai-partai Pemerintah Irak agar memfasilitasi pemulangan keluarga para pemimpin dan anggota kelompok teroris ISIS yang ditempatkan di kamp Al-Hol menuju wilayah-wilayah yang telah dibebaskan.”
Ia memperingatkan bahwa langkah ini merupakan “bom waktu” yang sewaktu-waktu dapat meledak dan menciptakan kekacauan dalam situasi internal Irak, demi mencapai agenda politik musuh yang kini bukan lagi rahasia bagi publik.
Menurut al-Dhari, rencana Amerika ini didukung oleh Pemerintahan al-Jolani dan kelompok-kelompok afiliasinya, dengan tujuan menghidupkan kembali jaringan teror ISIS di Irak melalui percepatan pemindahan keluarga-keluarga mereka ke kamp Al-Jada’a di Provinsi Nineveh, sebelum kemudian didistribusikan kembali ke daerah asal masing-masing.
Ia menambahkan bahwa masyarakat di wilayah barat Irak, khususnya di Provinsi Anbar dan Nineveh telah memperingatkan bahwa mereka akan “membalas” apabila keluarga-keluarga tersebut kembali ditempatkan di daerah mereka.
Al-Dhari mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, bekerja sama dengan Pemerintahan al-Jolani, berupaya memindahkan sekitar 13.000 anggota keluarga ISIS dari kamp Al-Hol di Suriah ke kamp Al-Jada’a di Nineveh.
