Ansharullah Sebut Al-Jolani ‘Contoh Kemunafikan dan Kepatuhan’ serta ‘Alat Kepentingan Geopolitik Amerika–Zionis’
POROS PERLAWANAN — Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Badr al-Din al-Houthi menyebut bahwa pemimpin kelompok bersenjata di Suriah, Abu Muhammad al-Jolani, sebagai alat kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan dalam pesan peringatan Milad Sayyidah Fatimah Zahra (a.s) dan Hari Perempuan pada Rabu 10 Desember malam, bersamaan dengan kritik keras terhadap Rezim Arab yang dianggap tunduk pada agenda asing.
Menurut Al-Mayadeen, al-Houthi menuding Israel melakukan pembunuhan sistematis terhadap perempuan Palestina, sementara sebagian besar negara Arab dan Islam dinilainya gagal bersuara. Ia menekankan bahwa sejumlah rezim bahkan memberikan dukungan ekonomi, finansial, dan media kepada Israel, sekaligus menghalangi gerakan solidaritas rakyat terhadap Palestina.
Al-Houthi menyebut dunia Islam sedang berada di tengah “perang lunak” yang dianggapnya paling agresif, serangan ideologis yang, menurutnya, ditujukan untuk merusak identitas iman, nilai moral, dan struktur sosial umat. Ia menuduh kekuatan asing mengubah sumber daya dan wilayah negara-negara Arab menjadi alat kepentingan geopolitik mereka.
Dalam konteks Suriah, al-Houthi menyatakan bahwa kelompok-kelompok yang kini menguasai beberapa wilayah negara itu, yang dipersonifikasikan pada figur Al-Jolani adalah “contoh kemunafikan dan kepatuhan”, serta representasi langsung loyalitas kepada Amerika dan Zionisme. Ia menegaskan kelompok-kelompok ini secara terbuka berupaya menjalin hubungan dengan Israel, meskipun Israel terus melancarkan serangan di sekitar Damaskus.
Al-Houthi juga menyebut Israel berulang kali melanggar perjanjian internasional, termasuk kesepakatan terkait Gaza dan Lebanon. Ia menilai kemandekan moral dan politik di sejumlah negara Islam sebagai akibat dari perang informasi yang menurutnya “jahat dan menyesatkan”.
