Kesaksian Saksi Mata Ungkap Penculikan dan Penganiayaan Pemuda Palestina oleh Pemukim Ilegal Zionis
POROS PERLAWANAN — Seorang pemuda Palestina berusia 18 tahun dilaporkan menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh sekelompok pemukim ilegal Zionis yang bertindak dengan pendampingan pasukan Militer Israel di wilayah barat laut Ramallah, Tepi Barat.
Laporan tersebut dimuat oleh +972 Magazine pada 10 Desember dalam artikel berjudul “Anatomy of a Settler Abduction” yang ditulis oleh Faiz Abu Rmeleh. Laporan itu didasarkan pada kesaksian langsung korban, Owais Hammam, yang kini menjalani perawatan intensif di Kompleks Medis Palestina di Ramallah akibat luka serius yang dideritanya.
Menurut laporan tersebut, insiden terjadi ketika Owais berjalan di sekitar sebuah mata air dekat Desa Kharbata Bani Harith. Saat berhenti untuk berdoa, ia dikepung oleh sekelompok pemukim yang telah mengawasinya. Owais kemudian diserang, dilumpuhkan, dan dibawa secara paksa ke sebuah kawasan permukiman di Dataran Efraim, permukiman yang dibangun di atas tanah milik Palestina dan sebelumnya dinyatakan ilegal.
Dalam kesaksiannya, Owais menyebutkan bahwa ia dipukuli saat kedua tangannya diikat. Para pelaku terdiri atas individu berpakaian sipil dan berseragam Militer. Ia juga mengaku menerima ancaman langsung sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Owais kemudian berada dalam tahanan pasukan Militer Israel hingga keesokan harinya. Selama penahanan, ia dilaporkan kembali mengalami kekerasan dan diinterogasi oleh seorang perwira Shin Bet (Dinas Keamanan Internal Israel) tanpa diberikan akses kebutuhan dasar, termasuk air minum.
Ayah korban mengatakan keluarga kehilangan kontak dengan Owais sejak Rabu malam. Baru pada dini hari berikutnya mereka menerima pemberitahuan dari Shin Bet bahwa Owais telah diserahkan kepada Militer Israel setelah diculik oleh pemukim. Pihak rumah sakit menyatakan korban membutuhkan perawatan intensif untuk menstabilkan kondisinya.
Insiden ini disebut bukan kasus terisolasi. Laporan +972 Magazine mencatat peningkatan signifikan serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk di Area B dan Area A, wilayah yang secara administratif berada di bawah yurisdiksi Otoritas Palestina. Serangan-serangan tersebut dilaporkan kerap terjadi dengan perlindungan atau pembiaran Militer Israel.
Komisi Otoritas Palestina untuk Melawan Kolonisasi dan Tembok mencatat lebih dari 2.000 serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat sepanjang November lalu.
Sementara itu, Militer Israel mengeklaim tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan pasukan cadangan dalam kasus penganiayaan terhadap Owais Hammam. Seorang sumber Militer kepada The Times of Israel menyebut kondisi korban “mengkhawatirkan”. Namun, pihak Militer juga menyatakan sebagian luka korban disebabkan oleh terjatuh, klaim yang dibantah oleh keluarga dan saksi.
Seorang staf rumah sakit di Ramallah merangkum situasi tersebut dengan singkat: “Bertahan hidup di sini telah menjadi perjuangan sehari-hari.”
