Maduro: AS Ingin Tempatkan Pemerintahan Boneka di Venezuela
POROS PERLAWANAN – Dikutip Kantor Berita Mehr dari al-Jazeera, Presiden Venezuela, Nicolás Maduro pada Rabu malam 17 Desember mengumumkan, imperialisme berusaha melanggar kedaulatan Venezuela dan Kolombia dengan dengan menerapkan kebijakan “pecah belah dan kuasai” antara kedua negara.
Dia menekankan bahwa Venezuela telah mencapai tingkat persatuan nasional tertinggi melalui penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan hak atas perdamaian dan kehidupan.
“AS ingin memaksakan pemerintahan boneka yang tidak akan bertahan lebih dari 48 jam,” tandas Maduro.
“Venezuela tidak akan pernah menjadi koloni. Kami akan terus memperdagangkan semua produk kami dengan dunia.”
Dia juga menyeru rakyat Kolombia untuk bersatu guna mencegah pelanggaran hak-hak internasional kedua negara oleh “Pemerintah imperialis dari utara”.
“Saya tidak ragu bahwa bangsa dan tentara kita sepenuhnya bersatu untuk menjamin hak kita atas minyak, tambang, dan seluruh wilayah kita.”
“Apa yang diusulkan AS adalah tuntutan perang dan kolonialisme, serta upaya untuk mengganti pemerintahan,” pungkas Maduro.
Dewan Nasional Venezuela Dukung Pemerintah Lawan Ancaman AS
Dalam sebuah pernyataan resmi, Dewan Nasional Venezuela mengumumkan dukungannya terhadap perjuangan Pemerintah Nasional untuk menjamin perdamaian, kemerdekaan, dan kedaulatan atas wilayah Venezuela.
Menurut pernyataan tersebut, Dewan Nasional Venezuela menekankan bahwa mereka mendukung Pemerintah dalam semua tindakan yang diambil untuk menanggapi ancaman dari Pemerintah AS.
“Bangsa kita tidak akan dikalahkan, dan dengan persatuan, kita akan memecahkan blokade imperialis dan menjamin integritas teritorial Venezuela, bersama dengan perdamaian,” tegas Dewan Nasional Venezuela.
Koalisi ALBA Menentang Pernyataan AS
Koalisi ALBA dengan tegas menentang pernyataan AS terkait keputusan untuk memberlakukan blokade penuh terhadap kapal tanker minyak yang menuju Venezuela.
Pernyataan koalisi tersebut menyatakan bahwa pernyataan dan posisi AS merupakan bagian dari upaya untuk mencuri sumber daya Venezuela.
Koalisi, yang bernama lengkap Aliansi Bolivarian untuk Bangsa-bangsa Amerika Kita (ALBA-TCP), saat ini memiliki 10 anggota utama (Negara-negara Amerika Latin dan Karibia), termasuk Venezuela (pendiri), Kuba (pendiri), Bolivia, Nikaragua, Dominika, Antigua dan Barbuda, Saint Vincent dan Grenadines, Saint Lucia, Grenada, dan Saint Kitts and Nevis.
Iran dan Haiti juga berpartisipasi dalam pertemuan koalisi sebagai anggota pengamat.
