Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Moskow: Kami Takkan Serahkan Bashar Assad

Moskow: Kami Takkan Serahkan Bashar Assad

POROS PERLAWANAN – Duta Besar Rusia untuk Irak, Elbrus Kutrashev mengumumkan bahwa Moskow telah memberikan “suaka kemanusiaan” (izin tinggal kemanusiaan) kepada Bashar al-Assad dan anggota keluarganya, bukan suaka politik. Langkah ini bertujuan untuk menutup semua kemungkinan penyerahan dirinya kepada pihak lain.

Diberitakan Fars, saat diundang ke program “Hiwar Maftuh” di  Stasiun Televisi al-Hadath, Kutrashev menekankan bahwa pemberian suaka jenis ini bersifat murni kemanusiaan dan dirancang untuk secara fundamental mengesampingkan kemungkinan ekstradisi atau penyerahan Bashar al-Assad.

Izin tinggal kemanusiaan adalah bentuk status perlindungan sementara, yang diberikan kepada individu yang di negara asalnya menghadapi darurat kemanusiaan seperti perang, bencana alam, atau krisis sosial. Tetapi izin tinggal ini tidak memenuhi kriteria suaka politik.

Sebelum ini, Kutrashev telah mengatakan kepada media Irak bahwa salah satu syarat utama bagi Assad untuk tinggal di Moskow adalah ia harus sepenuhnya menahan diri dari aktivitas politik atau media. Menurut Dubes Rusia itu, hingga saat ini, tidak ada pelanggaran yang dilakukan pihak Assad.

Dia secara tegas menampik kemungkinan ekstradisi al-Assad, dengan menyatakan bahwa suaka bagi dirinya dan keluarganya diberikan atas dasar kemanusiaan dan atas perintah langsung Vladimir Putin. Kutrashev menandaskan bahwa keputusan ini tidak akan diubah.

Setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024 dan kedatangannya di Moskow, Pemerintahan pemberontak yang dipimpin oleh Mohammad Jolani telah berulang kali meminta Rusia untuk mengekstradisi mantan Presiden tersebut. Jolani sendiri telah berulang kali, termasuk dalam kunjungannya pertama ke Moskow pada Oktober 2025 dan dalam pembicaraan dengan pejabat Rusia di Damaskus, menyebut hal ini sebagai syarat utama untuk menormalisasi hubungan dan mempertahankan pangkalan militer Rusia di Suriah (seperti Tartus dan Khmeimim).

Dalam bagian lain pernyataannya, Dubes Rusia di Baghdad menanggapi pertanyaan tentang kehadiran warga Irak di Militer Rusia selama perang di Ukraina. Ia mengatakan bahwa kehadiran ini tidak terorganisir dan bahwa warga Irak telah bergabung dengan tentara Rusia secara individu.

Menurutnya, sejumlah pejuang Irak telah tewas atau terluka di Ukraina, tetapi jumlahnya tidak besar. Moskow telah menerbitkan visa bagi keluarga Irak dari korban tewas atas alasan kemanusiaan.

Di bagian lain wawancara, Kutrashev menyoroti penolakan keras Washington terhadap partisipasi “partai politik yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata” dalam proses pembentukan Pemerintah Irak. Ia mengatakan,”Memangnya AS memiliki hak wali atau pengawas atas Irak?”

Dia juga membahas dampak sanksi AS terhadap aktivitas perusahaan Rusia di Irak, dengan mengatakan,“Perusahaan minyak Lukoil sedang dalam proses menarik diri dari Irak akibat sanksi AS.”

Ia juga mengingatkan peran Moskow dalam memerangi ISIS dan mengatakan,“Ketika kelompok teroris ISIS mendekati gerbang Baghdad, Rusia menyediakan senjata militernya kepada Irak tanpa kontrak formal.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *