Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Sekjen NATO: Hanya Trump yang Mampu Paksa Putin Berdamai

POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump merupakan satu-satunya pemimpin dunia yang dinilai mampu memaksa Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menerima perdamaian dan mengakhiri perang di Ukraina.

Dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Bild yang dikutip IRNA pada Minggu 21 Desember, Rutte mengatakan Trump menunjukkan komitmen kuat terhadap perdamaian di Ukraina dan sepenuhnya berfokus pada upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 2022.

“Trump telah berupaya membawa Presiden Putin ke meja perundingan, dan pada akhirnya dialah satu-satunya yang dapat memaksanya untuk berdamai. Saya sangat menghormatinya atas hal itu,” ujar Rutte.

Rutte menepis kekhawatiran bahwa Amerika Serikat akan menghentikan dukungannya terhadap Ukraina atau menarik diri dari NATO. Ia menegaskan bahwa AS tetap menjadi pilar utama aliansi dan bahwa negara-negara Eropa dapat mengandalkan kepemimpinan Trump dalam situasi krisis.

Sekretaris Jenderal NATO juga menekankan pentingnya jaminan keamanan pascaperdamaian. Menurutnya, setiap gencatan senjata atau perjanjian damai harus disertai mekanisme yang memastikan Ukraina tidak kembali menjadi sasaran agresi Rusia. “Putin harus memahami bahwa serangan lanjutan akan menimbulkan kerugian besar baginya,” kata Rutte.

Lebih lanjut, Rutte menjelaskan bahwa proses perdamaian Ukraina dirancang dalam tiga tingkatan. Pada tahap pertama, Angkatan Bersenjata Ukraina harus ditempatkan dalam posisi yang cukup kuat untuk mempertahankan kedaulatan negara.

Pada tahap kedua, negara-negara yang tergabung dalam apa yang disebut Rutte sebagai “Koalisi Patriot” berperan memberikan dukungan kepada Ukraina agar Rusia tidak kembali melancarkan serangan. Namun, ia tidak merinci bentuk bantuan yang dimaksud.

Tahap ketiga, menurut Rutte, melibatkan Amerika Serikat bersama para pendukung Ukraina lainnya untuk mengintegrasikan seluruh elemen tersebut dan memastikan terciptanya stabilitas jangka panjang, sehingga Rusia tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan agresi militer terhadap Ukraina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *