Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah: Jika Israel Bertindak Bodoh, Perlawanan Siap Turun ke Medan Perang

Hizbullah: Konsesi yang Diberikan Lebanon kepada Israel Takkan Hentikan Agresinya

POROS PERLAWANAN — Seorang anggota parlemen dari Hizbullah menegaskan kesiapan penuh perlawanan menghadapi kemungkinan eskalasi militer Israel, seraya memperingatkan bahwa setiap tindakan gegabah dari Tel Aviv akan segera dibalas di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ihab Hamadeh, anggota faksi Loyalitas kepada Perlawanan di parlemen Lebanon, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnim pada Minggu (28/12). Dalam pernyataannya, Hamadeh mengkritik sikap pemerintah dan administrasi negara Lebanon yang dinilainya bersikap pasif terhadap agresi berkelanjutan Israel di wilayah Lebanon.

Menurut Hamadeh, di tengah berlanjutnya serangan Israel, pemerintah Lebanon justru menunjukkan kecenderungan memberikan konsesi politik. Ia menilai langkah-langkah tersebut mencerminkan penerimaan atas tekanan dan agenda musuh, alih-alih membela kedaulatan nasional.

Ia menegaskan perlawanan berada dalam kondisi siap tempur sepenuhnya dan tidak akan ragu mengambil langkah lapangan jika Israel melakukan tindakan yang dianggap sebagai provokasi serius atau “kebodohan strategis.”

Dalam pernyataannya, Hamadeh menekankan pihaknya tidak menuntut pemerintah Lebanon untuk secara terbuka berpihak pada Perlawanan. Namun, ia meminta agar pemerintah menghentikan langkah-langkah yang dinilainya melemahkan Perlawanan, termasuk jalur negosiasi dengan Israel dan Amerika Serikat, yang menurutnya justru merugikan posisi nasional Lebanon.

Selain isu keamanan, Hamadeh juga menyoroti dinamika politik internal. Ia mengkritik kelompok-kelompok politik yang berupaya menunda pemilihan parlemen dan menegaskan pentingnya menghormati konstitusi serta menjaga proses demokrasi dari manipulasi politik.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel, seiring berlanjutnya konflik regional dan kekhawatiran akan meluasnya konfrontasi militer.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *