Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman: Pernyataan Politik Arab Membuka Jalan bagi Proyek Zionis

POROS PERLAWANAN — Pemerintah Yaman mengkritik sikap sejumlah negara Arab terkait isu Somaliland, dengan menilai respons yang terbatas pada pernyataan politik semata sebagai bentuk pengabaian tanggung jawab. Pendekatan tersebut, menurut Yaman, justru membuka ruang bagi perluasan proyek-proyek Zionis di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Wahid Abu Ras, Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnim pada Minggu (28/12). Ia menyoroti langkah rezim Zionis yang mengakui Somaliland sebagai entitas independen, yang dinilainya bagian dari rencana terarah untuk mendesain ulang peta politik dan keamanan kawasan.

Abu Ras menilai langkah tersebut bukan tindakan terpisah, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pengaruh Israel dengan memanfaatkan keretakan politik dan keamanan regional. Celah-celah itu, menurutnya, muncul sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan kompromistis sejumlah rezim Arab.

Ia juga menegaskan peran Amerika Serikat sebagai mitra utama rezim Zionis dalam agenda tersebut. Seluruh pernyataan dan langkah terkait isu ini, lanjutnya, dilakukan melalui koordinasi penuh antara Washington dan Tel Aviv.

Lebih lanjut, Abu Ras mengkritik keras reaksi negara-negara Arab yang hanya mengeluarkan pernyataan diplomatik tanpa langkah konkret. Sikap semacam itu, katanya, bukan sekadar tidak efektif, tetapi secara praktis berfungsi sebagai landasan bagi percepatan proyek-proyek Zionis di kawasan.

Ia menyerukan perubahan pendekatan menuju posisi yang lebih praktis, tegas, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika geopolitik yang dinilai mengancam stabilitas dan kedaulatan regional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *