Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ketua Dewan Transisi Yaman Selatan Umumkan Fase Transisi Dua Tahun Menuju Referendum Pemisahan

POROS PERLAWANAN — Ketua Dewan Transisi Yaman Selatan, Aidros al-Zubaidi mengumumkan dimulainya fase transisi selama dua tahun sebagai tahapan menuju pemisahan dan kemerdekaan wilayah Yaman selatan.

Mengutip IRNA pada Jumat 2 Januari, merujuk laporan Al Jazeera, Al-Zubaidi menyatakan setelah masa transisi berakhir akan digelar referendum kemerdekaan di wilayah selatan Yaman.

Ia menyebut deklarasi politik tersebut mencakup penyelenggaraan referendum sebagai bentuk pelaksanaan hak penentuan nasib sendiri rakyat Yaman selatan di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Al-Zubaidi juga menyerukan keterlibatan komunitas internasional untuk mengawasi pembahasan mekanisme dan jalur politik yang menjamin hak-hak rakyat selatan.

Deklarasi itu turut menekankan penataan ulang aktivitas Bank Sentral Yaman di Aden agar beroperasi sebagai lembaga independen.

Dewan Transisi Yaman Selatan merupakan organisasi separatis di wilayah selatan Yaman yang didukung Uni Emirat Arab. Organisasi ini didirikan pada 2017 oleh faksi Gerakan Selatan dan beranggotakan 26 tokoh, termasuk lima gubernur provinsi selatan serta dua menteri pemerintahan.

Pengumuman tersebut muncul sekitar satu jam setelah Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap markas pasukan Dewan Transisi Selatan yang didukung UEA. Dalam perkembangan terkait, pasukan Perisai Tanah Air yang didukung Saudi terlibat bentrokan dengan pasukan Dewan Transisi Selatan di Provinsi Hadramaut.

Bentrokan bersenjata menengah dan berat dilaporkan berlanjut di wilayah Al-Khasaa, Hadramaut. Di tengah eskalasi tersebut, pesawat tempur Saudi menargetkan posisi pasukan Dewan Transisi Selatan di kawasan yang sama.

Sebelumnya, menurut IRNA, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyerukan UEA untuk menarik seluruh pasukannya dari Yaman dalam waktu 24 jam serta menghentikan dukungan militer dan keuangan kepada pihak mana pun. Dalam beberapa pekan terakhir, penarikan pasukan Saudi dari sejumlah wilayah di Yaman selatan dan pergeseran keseimbangan kekuatan yang menguntungkan Dewan Transisi Selatan mendorong krisis Yaman memasuki fase yang semakin kompleks dan berisiko tinggi.

Sejumlah pengamat menilai dinamika ini berpotensi meningkatkan eskalasi konflik, seiring langkah Abu Dhabi memperluas pengaruhnya di wilayah selatan Yaman yang strategis dan kaya sumber daya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *