Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tanggapi Bualan Trump, Kemenlu Iran: Respons Kami Terhadap Agresi Bakal Cepat, Tegas, dan Menyeluruh

Tanggapi Bualan Trump, Kemenlu Iran: Respons Kami Terhadap Agresi Bakal Cepat, Tegas, dan Menyeluruh

POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengeluarkan pernyataan pada Jumat malam 12 Desember sebagai tanggapan atas pernyataan campur tangan pejabat AS, termasuk bualan Presiden Donald Trump terkait Iran.

Diberitakan Fars bahwa sekaitan dengan hal ini, Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dengan tegas mengecam pernyataan campur tangan Presiden dan pejabat AS lainnya terkait urusan dalam negeri Iran.

“Sikap tidak bertanggung jawab ini, yang merupakan kelanjutan dari pendekatan arogan dan ilegal AS terhadap bangsa Iran, bukan hanya pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip dan aturan dasar Piagam PBB dan hukum internasional mengenai penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara, tetapi juga setara dengan provokasi kekerasan dan terorisme terhadap warga Iran,” tandas Kementerian Luar Negeri Iran.

Dalam sebuah pesan di platform media sosial Truth Social, Trump menulis: “Jika Iran menembak dan membunuh secara brutal para demonstran damai, AS akan ada di sana untuk membantu mereka. Kami siap bertindak.”

Dalam pernyataan ini, Kementerian Luar Negeri Iran mengungkit sejarah panjang intervensi kriminal oleh berbagai Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan Iran. Kementerian Luar Negeri menggambarkan klaim “kepedulian terhadap bangsa besar Iran sebagai kemunafikan, yang bertujuan untuk menipu opini publik dan menyembunyikan berbagai kejahatan yang dilakukan terhadap warga Iran.

“Keterlibatan dalam perencanaan dan pelaksanaan kudeta terkutuk pada 19 Agustus 1953, kerja sama dengan rezim Saddam dalam perang delapan tahun melawan rakyat Iran, penembakan pesawat penumpang Iran pada 1988 dan pembunuhan 300 orang tak bersalah di atas Teluk Persia, kolusi dan kerja sama dengan Rezim Israel dalam serangan terhadap infrastruktur vital dan fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan pada Mei 2025, pembunuhan dan pembantaian warga Iran, serta sanksi-sanksi yang tidak adil dan tidak manusiawi selama beberapa dekade terakhir yang menargetkan hak-hak dasar dan penghidupan rakyat Iran, merupakan contoh yang jelas dari kebencian AS terhadap bangsa Iran.”

“Kementerian Luar Negeri Iran mengingatkan tugas dan tanggung jawab Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal, sesuai dengan Piagam PBB, dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional terhadap unilateralisme agresif Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa rakyat Iran tidak akan membiarkan campur tangan jahat dalam dialog dan interaksi mereka untuk menyelesaikan masalah mereka.”

“Kementerian Luar Negeri Iran menilai pernyataan ancaman dari pejabat Amerika Serikat terhadap Iran sejalan dengan kebijakan Rezim Israel dalam meningkatkan ketegangan di Kawasan, dan menekankan bahwa tanggapan Republik Islam Iran terhadap setiap agresi akan cepat, tegas, dan komprehensif. Tidak diragukan lagi, tanggung jawab atas konsekuensi situasi semacam itu, yang dapat menjerumuskan seluruh Kawasan ke dalam krisis dan ketidakstabilan yang lebih parah, sepenuhnya terletak di pundak Rezim AS.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Ismail Baghaei pada Jumat kemarin juga menanggapi pernyataan Trump. Dia menekankan bahwa rakyat Iran tidak akan membiarkan campur tangan asing dalam dialog dan interaksi mereka untuk menyelesaikan masalah mereka.

Menyusul pernyataan kontroversial Trump, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa bangsa besar Iran, seperti di masa lalu, akan dengan tegas menolak campur tangan dalam urusan domestiknya.

“Angkatan Bersenjata tangguh kami berada dalam keadaan siaga tinggi dan tahu persis di mana harus menyerang jika kedaulatan Iran dilanggar,” tegasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *