Legislator AS Kecam Trump yang Berlagak ‘Iba’ kepada Rakyat Iran
POROS PERLAWANAN – Seorang anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS menggambarkan pernyataan Presiden AS tentang Iran sebagai bertolak belakang dengan janji kampanyenya.
Fars memberitakan,Taylor Green, seorang anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS, pada Jumat 2 Januari mengecam klaim Donald Trump tentang campur tangan dalam urusan internal Iran.
Taylor Green mengatakan, janji Donald Trump untuk campur tangan dalam kerusuhan di Iran “bertentangan dengan segala hal yang kami pilih pada tahun 2024.”
“[Pemerintahan Trump] seharusnya fokus pada dana pajak di dalam negeri dan melindungi kebebasan serta hak-hak yang diberikan Tuhan,” ucap Green.
Selama kampanye pemilihan, Donald Trump berulang kali mengatakan dia bermaksud mengakhiri perang tak berujung AS di kawasan Timur Tengah.
Ini bukan kali pertama Green mengkritik kebijakan luar negeri Trump terkait Iran. Setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, dia juga mengkritik siklus tak berujung intervensi AS di Timur Tengah.
Beberapa jam sebelumnya, anggota Partai Republik lainnya di Dewan Perwakilan Rakyat AS, Thomas Massie juga menanggapi serangan verbal Donald Trump terhadap Iran.
Trump sebelumnya mengeklaim di Truth Social bahwa jika Iran menembaki demonstran, “AS akan siap tempur dan akan membantu mereka.”
“Kita memiliki masalah sendiri dan tidak boleh menghabiskan sumber daya militer kita untuk urusan dalam negeri negara lain,”kata Massie.
Setelah pernyataan Trump, para netizen juga mendesaknya untuk menangani masalah warga AS. Mereka menyoroti masalah ekonomi dan krisis dalam negeri negara tersebut.
Pernyataan Trump juga menuai kecaman luas dari pejabat dan analis di Iran.
Presiden AS berlagak iba terhadap rakyat Iran, padahal dirinya sendiri, dengan memberlakukan sanksi, telah menjadi salah satu penyebab utama kesulitan ekonomi mereka.
