Anggota Kongres AS: Minyak Alasan Utama Serangan ke Venezuela
POROS PERLAWANAN – Seorang anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat menilai bahwa minyak merupakan motif utama di balik serangan Washington terhadap Venezuela. Ia menegaskan bahwa tujuan sesungguhnya operasi tersebut adalah mengubah sistem politik Venezuela dan menguasai sumber daya energinya.
Pernyataan itu disampaikan oleh Alexandria Ocasio-Cortez melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, Sabtu malam (3/1/26). Ia mengecam keras operasi militer AS yang dilaporkan berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
“Ini bukan soal narkoba. Jika memang demikian, Donald Trump tidak akan mengampuni salah satu pengedar narkoba terbesar di dunia bulan lalu,” tulis Ocasio-Cortez, merujuk pada Donald Trump.
Ia menambahkan bahwa langkah hukum yang kini dikedepankan Washington hanyalah upaya untuk membangun narasi alternatif. Menurutnya, proses persidangan tersebut dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu domestik sensitif, termasuk kasus Epstein dan tingginya biaya perawatan kesehatan di Amerika Serikat.
Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Venezuela pada Sabtu pagi waktu setempat, sebuah langkah yang segera memicu gelombang reaksi internasional. Sejumlah media melaporkan terdengarnya ledakan dan terlihatnya kepulan asap di Caracas serta beberapa wilayah lain. Presiden AS juga mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi keterlibatan Washington dalam operasi tersebut.
Pemerintah Venezuela mengecam keras serangan itu dan menyebutnya sebagai “invasi militer.” Caracas menetapkan keadaan darurat nasional serta menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas situasi tersebut.
Di tingkat internasional, sejumlah negara, termasuk beberapa sekutu Amerika Serikat, menyampaikan keprihatinan dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB. Iran, Rusia, dan beberapa negara lain secara terbuka mengutuk tindakan Washington serta memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan tatanan internasional.
