Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Venezuela Serukan Pertemuan Darurat Dewan Keamanan PBB

POROS PERLAWANAN – Venezuela secara resmi menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap negaranya. Pemerintah Venezuela menegaskan memiliki hak inheren untuk membela diri dan meminta DK PBB mengutuk serta menghentikan tindakan Washington.

Menurut laporan reporter IRNA, Minggu (4/1/26), Duta Besar dan Perwakilan Tetap Venezuela untuk PBB, Samuel Reinaldo Moncada Acosta, menyampaikan permintaan tersebut melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Dewan Keamanan pada Sabtu waktu setempat. Dalam surat itu, Venezuela menegaskan haknya atas pembelaan diri sesuai dengan hukum internasional.

Selain mendesak digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara, misi Venezuela di PBB juga meminta kecaman tegas terhadap serangan militer Amerika Serikat serta penghentian segera tindakan tersebut.

Dalam suratnya, Moncada menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menggulingkan pemerintahan sah Venezuela. “Apa yang lebih dari empat bulan lalu dimulai sebagai fantasi penegakan hukum kini menampakkan wajah aslinya. Ini adalah perang kolonial yang bertujuan menghancurkan pemerintahan republik kami yang dipilih secara bebas oleh rakyat, dan menggantikannya dengan pemerintahan boneka yang memungkinkan penjarahan sumber daya alam kami, termasuk cadangan minyak terbesar di dunia,” tulisnya.

Sumber diplomatik menyampaikan kepada IRNA bahwa pertemuan darurat Dewan Keamanan kemungkinan akan digelar dalam waktu dekat, paling cepat pada Minggu atau Senin. Namun, daftar negara peserta dan agenda rinci pertemuan tersebut masih menunggu konfirmasi resmi.

Kolombia dilaporkan turut meminta digelarnya pertemuan darurat tersebut, sementara Rusia dan China, dua anggota tetap Dewan Keamanan menyatakan dukungan terhadap permintaan Venezuela. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga disebut berpotensi menghadiri pertemuan tersebut.

Seruan ini disampaikan di tengah libur Tahun Baru 2026 di markas besar PBB dan Amerika Serikat, yang berpotensi memengaruhi dinamika diplomatik awal.

Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Venezuela pada Sabtu pagi waktu setempat, sebuah langkah yang memicu gelombang reaksi internasional. Sejumlah media melaporkan terdengarnya ledakan dan terlihatnya kepulan asap di Caracas serta beberapa wilayah lain. Presiden AS Donald Trump juga mengeluarkan pernyataan yang mengakui keterlibatan Amerika dalam operasi tersebut.

Pemerintah Venezuela mengecam serangan itu sebagai “invasi militer” dan menetapkan status darurat nasional, sembari menyerukan respons segera dari Dewan Keamanan PBB.

Di tingkat internasional, sejumlah negara, termasuk beberapa sekutu Amerika Serikat menyampaikan keprihatinan dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip hukum internasional serta Piagam PBB. Iran, Rusia, dan beberapa negara lain secara terbuka mengutuk tindakan Washington dan memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan tatanan internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *