Maduro dan Istri Dijadwalkan Hadir di Pengadilan Federal New York Senin Siang
POROS PERLAWANAN — Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dijadwalkan hadir di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York pada Senin 5 Januari pukul 12.00 waktu setempat.
Informasi tersebut disampaikan juru bicara pengadilan dan dikutip oleh IRNA, mengacu pada laporan CBS News pada Minggu malam 4 Januari. Sidang akan digelar di Pengadilan Federal Manhattan.
Maduro dan istrinya dipindahkan ke New York setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu malam. Keduanya saat ini ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan Brooklyn dan menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba serta kolaborasi dengan kelompok teroris. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Maduro.
Jaksa Agung Amerika Serikat, Pam Bondi menyatakan operasi penangkapan Maduro memerlukan koordinasi berbulan-bulan, perencanaan matang, serta keterlibatan berbagai lembaga Federal. Ia menyebut operasi tersebut bertujuan mendukung penuntutan kasus perdagangan narkoba skala besar dan kejahatan terkait.
Bondi menegaskan Pemerintah AS telah menggunakan seluruh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai, namun upaya tersebut, menurutnya, tidak diterima oleh pihak Maduro. Ia menambahkan tanggung jawab atas konsekuensi hukum berada pada pihak yang diduga melakukan tindak kriminal.
Penangkapan Maduro berlangsung dalam operasi militer besar-besaran di Caracas pada Sabtu malam, yang kemudian diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump menyatakan operasi tersebut melibatkan lebih dari 150 pesawat dari 20 pangkalan militer dalam misi yang diberi nama “Absolute Resolve”.
Menurut pejabat Militer AS, operasi itu direncanakan sejak Agustus dan melibatkan koordinasi dengan Badan Intelijen Pusat (CIA) serta pasukan khusus Delta Force. Jaksa Agung AS menyatakan Maduro dan istrinya akan diadili atas sejumlah dakwaan, termasuk konspirasi terorisme narkoba dan impor kokain.
Dakwaan Federal yang diajukan dewan juri di New York bulan lalu menuduh Maduro berada di pusat konspirasi penyelundupan narkotika ke Amerika Serikat. Dakwaan tersebut juga mencantumkan nama istri Maduro dan putranya sebagai bagian dari dugaan jaringan, dengan total enam terdakwa dalam perkara ini.
Sejumlah analis menilai proses hukum terhadap Maduro berpotensi memicu perselisihan hukum jangka panjang, terutama terkait yurisdiksi, status penahanan, dan lokasi persidangan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Amerika Latin.
