Menteri Luar Negeri AS Kembali Ancam Venezuela dengan Tekanan Tambahan
POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, kembali melontarkan ancaman terhadap Pemerintah Venezuela. Washington disebut siap meningkatkan tekanan jika Caracas tidak mengikuti arahan Gedung Putih.
Menurut laporan kantor berita IRNA pada Minggu malam 4 Januari, Rubio menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan CBS News. Ia menyatakan Amerika Serikat bersedia bekerja sama dengan para pemimpin Venezuela saat ini apabila mereka mengambil “keputusan yang tepat”.
Rubio menegaskan penilaian Washington sepenuhnya bergantung pada langkah yang diambil Caracas. Amerika Serikat, katanya, akan mencermati tindakan Pemerintah Venezuela dalam waktu dekat.
Ia juga menekankan bahwa Washington memiliki berbagai instrumen tekanan apabila Venezuela tidak merespons sesuai harapan Pemerintah AS.
Pernyataan ini muncul setelah serangan terhadap Caracas dan penculikan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan penunjukan Rubio sebagai pejabat yang bertanggung jawab menangani isu Venezuela.
Sejumlah negara mengecam tindakan Amerika Serikat tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemerintah Venezuela menyatakan tetap menolak tekanan Washington dan menegaskan tidak akan kembali berada di bawah dominasi politik Amerika Serikat, meskipun presiden negara itu telah diculik.
