Rezim Zionis Gunakan AI untuk Palsukan Berita Kerusuhan Iran
POROS PERLAWANAN — Media Prancis, France Info melaporkan bahwa Rezim Zionis menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) untuk memanipulasi dan memalsukan gambar terkait kerusuhan di Iran.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Minggu 11 Januari, France Info mengungkap bahwa Rezim Israel, yang secara terbuka mendukung aksi kerusuhan di Iran, tidak segan menyebarkan gambar-gambar palsu guna membentuk opini publik. Salah satu gambar tersebut diunggah melalui akun resmi Twitter Kementerian Luar Negeri Israel.
Dalam gambar yang beredar, tampak seorang anggota pasukan keamanan Iran seolah-olah menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah para demonstran. Namun, France Info menegaskan bahwa visual tersebut telah dimanipulasi.
Berdasarkan rekaman video asli, objek yang dipegang oleh aparat keamanan Iran bukanlah alat penyemprot air, melainkan sebuah pengeras suara. Sementara itu, semprotan air bertekanan tinggi yang terlihat dalam gambar palsu tersebut diarahkan ke area lain dan tidak terkait dengan tindakan aparat terhadap massa.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa gambar yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Israel merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan penguatan visual dan perubahan konteks gambar hanya dalam hitungan klik, sehingga berpotensi menyesatkan publik.
Menanggapi fenomena tersebut, pembawa acara jaringan televisi Prancis itu mengingatkan masyarakat agar bersikap kritis terhadap konten visual di media sosial. “Publik benar-benar harus curiga terhadap gambar-gambar yang beredar di media sosial. Dahulu orang berkata bahwa gambar tidak pernah berbohong, tetapi kini kita mengetahui dengan jelas bahwa gambar justru dapat berbohong,” ujarnya.
