Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Rincian Kejahatan Teroris-Perusuh dan Tingginya Korban Jiwa Selama Kerusuhan Iran

Unsur Kontra-Revolusioner Serang Kedutaan Besar Iran di Inggris

POROS PERLAWANAN — Rincian kejahatan luar biasa yang dilakukan oleh kelompok teroris dan perusuh selama rangkaian kerusuhan beberapa hari terakhir telah dipublikasikan. Laporan tersebut mengungkap tingginya jumlah korban jiwa akibat aksi kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Menurut Kantor Berita Tasnim pada Senin 12 Januari, seorang sumber yang mengetahui perkembangan situasi menyatakan bahwa korban tewas dalam serangan bergaya ISIS di Teheran dan kota-kota lain yang terdampak kerusuhan mencapai angka yang signifikan. “Sayangnya, jumlah korban jiwa akibat serangan-serangan tersebut sangat tinggi,” ujar sumber tersebut.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, kekacauan dan kerusuhan sengaja dimanfaatkan sebagai ruang gerak bagi kelompok teroris untuk melancarkan aksinya. Selain menyerang polisi dan pasukan keamanan yang mengakibatkan gugurnya sejumlah besar personel, kelompok tersebut juga menyasar warga sipil yang berada di ruang publik.

Korban dilaporkan berasal dari berbagai kalangan, termasuk perempuan dan anak-anak, pejalan kaki, pengusaha, pengemudi kendaraan, serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi unjuk rasa dan kerusuhan. Serangan dilakukan secara acak dan tanpa pandang bulu.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa aksi terorisme meluas ke berbagai fasilitas umum dan objek vital. Sejumlah bisnis, toko yang masih beroperasi, gudang, sarana transportasi umum, pusat pemerintahan dan penegakan hukum, pangkalan Basij, serta kantor-kantor polisi menjadi sasaran serangan dengan metode kriminal yang sangat brutal.

Sebagian kejahatan yang dilakukan dinilai memiliki tingkat kekejaman yang mengingatkan pada aksi-aksi kelompok MKO dan pembunuhan membabi-buta terhadap warga sipil pada dekade 1960-an. Dalam aksi teror tersebut, para pelaku menggunakan beragam senjata, mulai dari senjata api, bahan peledak rakitan, hingga senjata tajam seperti parang, kapak, pisau, dan silet.

Menurut laporan itu, penggunaan dan pembuatan berbagai senjata tersebut telah disebarluaskan secara massif melalui ruang siber dan jaringan daring yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Rezim Zionis, sebagai bagian dari upaya pelatihan bagi agen-agen terkait.

Selain melakukan penembakan dan pembunuhan langsung, kelompok teroris juga dilaporkan berupaya menebar ketakutan ekstrem di tengah masyarakat dengan metode kejam, termasuk pemenggalan kepala, pencekikan, serta pembakaran korban dalam keadaan hidup.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *