Di Teheran, Teroris-Perusuh Serang Masjid dan Bakar Al-Qur’an
POROS PERLAWANAN — Masjid Al-Quds yang terletak di kawasan Saadat-Abad, Teheran, menjadi sasaran perusakan oleh kelompok perusuh dalam rangkaian kerusuhan beberapa hari terakhir. Dalam insiden tersebut, sejumlah bagian masjid dirusak dan Al-Qur’an dilaporkan dibakar di area makam para syuhada.
Menurut Kantor Berita Tasnim pada Senin 12 Januari, insiden ini terjadi di tengah gelombang protes sebagian masyarakat Iran yang dipicu oleh tekanan ekonomi dan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan munculnya kembali kelompok perusuh dan unsur asing, khususnya di Provinsi Teheran, yang dinilai memanfaatkan situasi tersebut.
Dalam laporan Tasnim, disebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat menyatakan kerusuhan tersebut bersifat terarah dan diduga berada di bawah pengaruh serta koordinasi Organisasi Intelijen dan Keamanan Israel dan Amerika Serikat.
Imam Masjid Al-Quds, Hojjatul Islam Ilyas Baghizadeh, dalam wawancara dengan Tasnim, menjelaskan kronologi serangan terhadap masjid. Ia mengatakan bahwa sekitar pukul 22.00 waktu setempat, sekelompok perusuh memasuki kompleks masjid secara paksa.
“Saat itu, salah seorang Anggota Komite Keamanan Masjid berada di lokasi dan sempat mengadang mereka. Ia mengatakan bahwa dirinya juga memprotes kondisi ekonomi negara, tetapi menegaskan bahwa perusakan masjid tidak dapat dibenarkan dan tidak ada kaitannya dengan tuntutan ekonomi,” ujar Baghizadeh.
Menurutnya, para perusuh tetap memaksa masuk ke dalam masjid melalui pintu jemaah perempuan. “Jika mereka masuk melalui jalur jemaah laki-laki, kerusakan yang ditimbulkan kemungkinan akan jauh lebih besar,” tambahnya.
Baghizadeh menuturkan bahwa setelah memasuki masjid, para pelaku melemparkan kerudung perempuan ke atas karpet masjid dan membakarnya secara bersamaan. Selanjutnya, mereka membawa mushaf Al-Qur’an ke area makam para syuhada di kompleks masjid dan membakarnya di lokasi tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa fasilitas lain tidak luput dari perusakan. “Mereka menghancurkan pintu dan jendela, bahkan fasilitas sanitasi masjid pun dirusak,” katanya.
Selain Masjid Al-Quds, Baghizadeh mengungkapkan bahwa dua masjid lain di wilayah tersebut, yakni Masjid Nabi Muhammad s.a.w dan Masjid Tharallah, juga menjadi sasaran serangan. “Kerusakan terparah terjadi di Masjid Tharallah, yang dilaporkan dibakar hingga habis,” ujarnya.
Imam Masjid Al-Quds menilai bahwa aksi perusakan terhadap tempat-tempat suci tersebut telah mengaburkan tuntutan ekonomi yang sah dari masyarakat. Ia menegaskan bahwa tindakan para perusuh justru menunjukkan tujuan untuk menciptakan kekacauan dan mengguncang stabilitas sosial.
“Peristiwa ini memperlihatkan jati diri para pelaku kepada masyarakat yang sadar dan berpikiran jernih. Bangsa kami bukan bangsa yang mudah tertipu. Kami berharap pihak berwenang dapat menghargai rakyat dan mengambil langkah nyata serta efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
