Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Kataib Hizbullah Irak Sebut Iran ‘Benteng Islam Muhammadi yang Mesti Dibela’

Kataib Hizbullah Irak Sebut Iran ‘Benteng Islam Muhammadi yang Mesti Dibela’

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Brigade Hizbullah Irak, Abu Hussein al-Hamidawi pada hari Senin 12 Januari menyatakan, saat ini Kawasan sedang menyaksikan “halaman baru dari konflik antara kubu kebenaran dan kebatilan.” Dia menganggap bahwa ciri-ciri kubu kebenaran sudah jelas, sedangkan kubu kebatilan dikenal dengan perilaku kriminal dan pendekatan bermusuhan terhadap bangsa merdeka yang menolak hegemoni imperialisme.

Diberitakan al-Mayadeen, Abu Hussein al-Hamidawi menandaskan bahwa pemimpin front kebatilan ini “terus mempersiapkan diri untuk menyerang Republik Islam Iran,” yang ia gambarkan sebagai “benteng Islam Muhammadi dan sumber kebanggaan umat”.

Dia menekankan bahwa kewajiban hukum dan moral mengharuskan kita untuk berdiri di sisi rakyat Iran yang terkepung. Dia juga menegaskan bahwa membela Republik Islam sama saja dengan “membela kesucian umat.”

“Kami bersama kalian dalam suka dan duka, dan sikap kami jelas dalam membela rakyat Iran dan kesuciannya,” kata al-Hamidawi ditujukan kepada orang-orang Iran.

Dalam pesannya kepada rakyat Irak dan putra-putra Poros Perlawanan, ia menyeru mereka untuk menghindasi sikap kelambanan serta tidak mendengarkan suara-suara pengkhianat dan penakut dan upaya-upaya untuk memengaruhi dan membingungkan.

Al-Hamidawi juga memperingatkan AS tentang konsekuensi perang terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa “ini bukanlah hal yang mudah dan biayanya akan sangat mahal.”

Statemen Hamidawi ini muncul setelah pernyataan dari pejabat AS dan Israel, terutama Presiden Amerika, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Mereka berdua mengancam akan melakukan intervensi militer di Iran dengan dalih “melindungi para demonstran,” di tengah-tengah liputan media yang massif mengenai hal ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *