IRGC Peringatkan AS dan Israel Akan Mendapat Balasan pada Waktu yang Tepat
POROS PERLAWANAN — Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Pakpour memperingatkan Amerika Serikat, Israel, serta pihak-pihak yang disebutnya sebagai tentara bayaran ISIS. Setiap kesalahan perhitungan, menurutnya, akan dihadapi dengan respons yang tegas dan menghancurkan, serta dibalas pada waktu yang dianggap tepat.
Peringatan tersebut disampaikan Jenderal Pakpour pada Rabu 14 Januari. Dalam pernyataannya yang dikutip Press TV, Pakpour menegaskan kesiapan penuh IRGC untuk menggagalkan apa yang ia sebut sebagai “konspirasi khayalan” yang dirancang oleh Gedung Putih dan Tel Aviv.
Pakpour menyebut aktor di balik kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sebagai kelompok “tentara bayaran ala ISIS” yang beroperasi di bawah arahan kekuatan asing.
“IRGC yang kuat dan mendapat dukungan rakyat berada dalam kesiapan penuh untuk merespons setiap kesalahan perhitungan musuh, termasuk tentara bayaran domestik mereka yang bergaya ISIS,” ujar Pakpour.
Ia menambahkan bahwa Iran di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi serta dengan persatuan nasional akan menggagalkan berbagai rencana yang dinilainya bertujuan melemahkan konsep “Iran yang Kuat”.
Dalam pernyataan yang sama, Pakpour secara langsung menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi kekerasan terbaru. Keduanya disebut sebagai arsitek utama pertumpahan darah dan ancaman terhadap keamanan Iran.
Selain menyoroti isu keamanan, Panglima IRGC juga menyampaikan apresiasi terhadap demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di berbagai wilayah Iran pada 12 Januari lalu. Ia memuji wawasan, keberanian, serta solidaritas rakyat Iran yang dinilainya berdiri bersama para martir keamanan.
Menurut Pakpour, tingginya partisipasi publik dalam prosesi pemakaman mencerminkan keteguhan dan martabat bangsa Iran, sekaligus menunjukkan penolakan tegas terhadap tekanan eksternal dan aksi terorisme yang didukung pihak asing.
