Pentagon Umumkan Pembentukan Unit Operasi Pertahanan Udara Gabungan di Qatar
POROS PERLAWANAN — Pentagon mengumumkan pembentukan Unit Operasi Pertahanan Udara dan Rudal Gabungan di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan koordinasi militer dan kerja sama regional di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan Al Mayadeen pada Rabu 14 Januari, pembentukan Unit tersebut diumumkan melalui Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Unit ini berfungsi sebagai sel koordinasi baru untuk operasi pertahanan udara dan rudal, dengan melibatkan Amerika Serikat serta sejumlah mitra regional.
Unit yang diberi nama New Middle East Air Defense – Combined Air Operations Cell itu ditempatkan di Pusat Operasi Udara Gabungan (Combined Air Operations Center/CAOC) di Pangkalan Udara Al Udeid. Personelnya terdiri dari unsur Militer Amerika Serikat dan negara-negara mitra di Kawasan.
CAOC di Qatar telah beroperasi selama lebih dari dua dekade dan mencakup perwakilan dari 17 negara. Pusat tersebut berperan dalam mengoordinasikan penggunaan aset udara militer di seluruh wilayah Timur Tengah.
Pentagon menyebut pembentukan unit baru ini bertujuan memperkuat integrasi dan koordinasi pertahanan udara serta rudal di antara mitra regional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan mekanisme kerja sama, pembagian peran, dan efektivitas respons pertahanan di Kawasan.
Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper menyatakan bahwa pembentukan Unit tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama pertahanan regional. Menurutnya, Unit ini akan meningkatkan koordinasi pasukan serta pembagian tanggung jawab dalam pertahanan udara dan rudal di Timur Tengah.
Sementara itu, Komandan Angkatan Udara Pusat AS, Mayor Jenderal Derek France mengatakan Unit tersebut menyediakan wadah yang stabil bagi negara-negara mitra untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan solusi bersama. Ia menilai inisiatif ini akan memperkuat sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi di Kawasan.
Dalam operasionalnya, personel Angkatan Udara AS akan bekerja bersama mitra regional untuk merencanakan dan melaksanakan latihan multinasional, menanggapi berbagai skenario, serta berbagi informasi dan peringatan ancaman.
Pembentukan Unit ini menyusul pendirian dua Pusat Komando Pertahanan Udara dan Rudal Bilateral Gabungan pada tahun lalu. Pusat-pusat tersebut dibentuk oleh Komando Pusat AS bersama Qatar dan Bahrain, dan berfungsi sebagai pusat perencanaan, koordinasi, serta pelaksanaan operasi pertahanan udara terpadu.
