Serangan Israel di Sejumlah Kota Lebanon Selatan Kembali Makan Korban Jiwa
POROS PERLAWANAN — Serangan udara Israel kembali menimbulkan korban di Lebanon selatan, di tengah tudingan pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata dan kedaulatan negara. Sejumlah warga sipil dilaporkan tewas dan terluka, termasuk jurnalis yang tengah meliput, akibat rentetan serangan yang menargetkan kawasan permukiman di beberapa kota sepanjang Rabu dan Kamis.
Mengutip laporan Al-Mayadeen pada Kamis 22 Januari, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 19 orang mengalami luka-luka dalam serangan Israel di kota Qanarit, Distrik Sidon. Di antara para korban terdapat jurnalis yang sedang bertugas meliput perkembangan situasi keamanan.
Koresponden Al-Mayadeen di Lebanon selatan melaporkan bahwa pada Rabu, pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan sebuah rumah di kota Al-Kafour, Distrik Nabatieh. Serangan-serangan lanjutan juga menghantam sejumlah bangunan di Qanarit dengan tingkat kekerasan yang tinggi.
Selain itu, serangan Israel dilaporkan menghancurkan sepenuhnya bangunan yang sebelumnya diancam di kota Jarjouh, di tengah aktivitas drone yang intensif di wilayah tersebut. Di distrik Sidon dan Nabatieh, pesawat tempur Israel juga melakukan dua serangan terpisah yang menargetkan kota Khraibeh dan Ansar.
Akibat serangan di Qanarit, sejumlah jurnalis dilaporkan mengalami luka ringan. Koresponden Al-Mayadeen menyebutkan bahwa terdapat sekitar sepuluh jurnalis yang berada di sekitar lokasi saat serangan terjadi.
Dalam pernyataan terpisah, Israel dilaporkan mengeluarkan ancaman terhadap beberapa bangunan di kota Jarjouh, Qanarit, dan Al-Kafour, yang kemudian disusul dengan serangan udara di kawasan tersebut.
Serangan mematikan juga dilaporkan terjadi pada Rabu di wilayah lain. Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan dua orang tewas akibat dua serangan udara yang menargetkan kendaraan di kota Zahrani, Distrik Sidon, dan Bazouriyeh, Distrik Tyre.
Sementara itu, Militer Lebanon dalam pernyataannya menegaskan bahwa serangan dan pelanggaran Israel terhadap wilayah Lebanon terus berlanjut. Serangan tersebut disebut menargetkan bangunan dan rumah warga sipil di sejumlah daerah, khususnya desa-desa di wilayah selatan, dan dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan Lebanon, perjanjian penghentian permusuhan, serta Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.
Militer Lebanon juga menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut menghambat upaya keamanan dan penyelesaian rencana militer, menimbulkan intimidasi terhadap warga sipil, serta menyebabkan korban jiwa, luka-luka, dan pengungsian puluhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Kondisi itu dinilai berdampak negatif terhadap stabilitas Kawasan.
