Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Komando Pusat AS Mulai Pindahkan Tahanan ISIS dari Suriah ke Irak

Anggota Parlemen ini Desak PBB Selidiki Aksi AS Latih ISIS untuk Meneror Pejabat Rusia

POROS PERLAWANAN — Komando Pusat Amerika Serikat mulai memindahkan tahanan kelompok ISIS dari Suriah timur laut ke Irak, dengan dalih memastikan para tahanan tersebut tetap berada di fasilitas penahanan yang aman. Tahap awal operasi ini mencakup pemindahan 150 tahanan dari wilayah Hasakah ke lokasi penahanan di Irak, di tengah kekhawatiran keamanan dan laporan adanya upaya pelarian di kawasan tersebut.

Mengutip laporan Al-Mayadeen pada Kamis 22 Januari, Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan bahwa misi pemindahan tahanan ISIS dimulai pada Rabu, 21 Januari. Operasi ini disebut sebagai bagian dari rencana lebih luas untuk memindahkan ribuan tahanan ISIS dari Suriah ke fasilitas yang berada di bawah kendali Pemerintah Irak.

Dalam pernyataannya, Komando Pusat AS menyebut operasi awal berjalan sukses dengan pemindahan 150 anggota ISIS yang sebelumnya ditahan di fasilitas penahanan di Hasakah ke lokasi yang dinilai aman di wilayah Irak. Secara keseluruhan, hingga 7.000 tahanan ISIS diperkirakan akan dipindahkan dari Suriah ke fasilitas penahanan di Irak.

Komandan Komando Pusat AS, Brad Cooper mengatakan bahwa Amerika Serikat berkoordinasi erat dengan mitra regional, khususnya Pemerintah Irak. Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran mitra tersebut dalam upaya memastikan kekalahan akhir kelompok ISIS. Menurut Cooper, pemindahan tahanan secara terorganisasi dan aman dinilai krusial untuk mencegah pelarian yang berpotensi menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Amerika Serikat dan Kawasan.

Komando Pusat AS juga menyatakan bahwa sepanjang 2025, Amerika Serikat dan pasukan sekutunya menangkap lebih dari 300 anggota ISIS di Suriah, serta menewaskan lebih dari 20 anggota lainnya dalam periode yang sama.

Di pihak Irak, Militer negara tersebut mengonfirmasi telah menerima 150 elemen ISIS, baik warga negara Irak maupun asing, yang sebelumnya ditahan di penjara-penjara yang berada di bawah kendali Pasukan Demokratik Suriah di Suriah.

Sementara itu, perkembangan keamanan di Suriah timur laut turut menjadi sorotan. Pada Senin sebelumnya, Otoritas Operasi Kementerian Pertahanan Suriah memberlakukan jam malam total di kota Al-Shaddadi, di Kegubernuran Al-Hasakah. Langkah tersebut diambil setelah unit-unit militer melaporkan adanya unsur ISIS yang melarikan diri.

Pihak Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan bahwa pasukannya telah menguasai kota Al-Shaddadi serta penjara di wilayah selatan Hasakah, dan memulai operasi penyisiran untuk mengamankan kawasan tersebut. Operasi itu ditujukan untuk menangkap elemen ISIS yang dilaporkan melarikan diri dan disebut dibebaskan oleh Pasukan Demokratik Suriah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *