Sekjen Hizbullah kepada Para Tahanan: Kalian Akan Jadi Kompas Kami untuk Membebaskan KalianSekjen Hizbullah kepada Para Tahanan: Kalian Akan Jadi Kompas Kami untuk Membebaskan Kalian
POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim menegaskan isu tahanan di penjara Israel merupakan prioritas utama, sementara pembebasan mereka disebut bagian dari kedaulatan dan proses pembebasan. Syekh Naim menilai situasi tidak akan benar-benar stabil selama seluruh tahanan belum dibebaskan dan nasib orang hilang belum terungkap.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu 25 Januari, dalam pesan khusus kepada para tahanan dan keluarga mereka, seperti dilaporkan Al-Manar.
Dalam pesannya, Syekh Naim menyebut penderitaan tahanan sebagai beban terbesar dalam konfrontasi melawan “musuh Zionis”. Menurutnya, perlakuan Israel terhadap para tahanan mengabaikan hak asasi manusia paling mendasar. Meski demikian, para tahanan dinilai tetap sabar, teguh, dan tabah menghadapi tekanan.
Syekh Naim juga menyoroti penderitaan keluarga para tahanan. Keluarga, kata dia, ikut menanggung beban karena tidak mampu meringankan kondisi para tahanan. Para pejuang Perlawanan pun, lanjutnya, merasakan dampak akibat kerugian yang menimpa tahanan.
Dalam konteks yang sama, ia menyampaikan penyesalan atas sikap negara Lebanon. Pemerintah dinilai belum mengambil langkah yang tepat dan belum memberi tekanan memadai kepada negara-negara sahabat, serta tidak menempatkan isu tahanan sebagai prioritas nasional.
Syekh Naim menekankan perlunya gerakan resmi dan dukungan publik seluas-luasnya, disertai tekanan internasional, untuk membebaskan para tahanan di penjara Israel.
Sekjen Hizbullah itu juga menyerukan negara Lebanon menggunakan seluruh cara yang memungkinkan untuk memberi tekanan, termasuk berkoordinasi dengan negara-negara sponsor perjanjian gencatan senjata, guna mendorong pembebasan para tahanan secara serius.
Pada saat yang sama, Syekh Naim menyampaikan pesan langsung kepada para tahanan dan keluarga mereka. Hizbullah, tegasnya, tidak akan meninggalkan mereka dan akan mengerahkan segala upaya untuk mengamankan pembebasan. Ia juga menyebut harapan besar kepada Tuhan.
Syekh Naim menggambarkan Israel sebagai musuh yang tidak memiliki nilai kemanusiaan. Ia juga menyebut Amerika Serikat mendukung Israel melalui sikap “tirani” dan usulan-usulan tidak manusiawi, dengan dukungan Barat. Namun, ia menegaskan komunitas Perlawanan tidak akan membiarkan para tahanan ditinggalkan di penjara.
Di akhir pesan, Syekh Naim menyebut penahanan sebagai bentuk kehormatan di medan jihad. Ia berjanji para tahanan akan menjadi “kompas” bagi Gerakan dalam memperjuangkan pembebasan. Penghargaan juga disampaikan kepada keluarga para tahanan serta tokoh dan kekuatan yang mendukung perjuangan pembebasan.
Sekjen Hizbullah itu menutup dengan menegaskan perlawanan tetap menjadi pilihan, termasuk risiko gugur sebagai syahid, terluka, ditahan, dan berkorban. Seluruh pengorbanan itu, menurutnya, merupakan jalan menuju kemenangan serta penguatan pesan perlawanan dan kemenangan Tanah Air.
