Iran Bantah Narasi Asing Soal ‘30.000 Korban Tewas dalam Kerusuhan’ dan Menyebutnya ‘Propaganda ala Nazi’
POROS PERLAWANAN— Iran membantah narasi yang menyebut sekitar 30.000 orang tewas selama kerusuhan yang disebut didukung pihak asing. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut narasi tersebut sebagai bentuk propaganda yang mengingatkan pada metode “Kebohongan Besar” yang digunakan Rezim Nazi di Jerman.
Mengutip Press TV pada Minggu 25 Januari, Baghaei menanggapi unggahan akun Open Source Intel di platform X yang menyebarkan angka tersebut. Ia menilai narasi itu dibangun melalui pengulangan informasi yang dianggap keliru.
“Sebuah Kebohongan Besar ala Hitler: bukankah ini jumlah yang mereka rencanakan untuk dibunuh di jalanan Iran?!” tulis Baghaei melalui akun X.
Baghaei merujuk laporan para pelaku kerusuhan yang berupaya membunuh warga sipil dalam jumlah besar, untuk kemudian menyalahkan Pemerintah. Menurutnya, setelah upaya itu gagal, pihak-pihak terkait justru berusaha “memalsukan” narasi di media.
“Namun mereka gagal, dan sekarang mereka mencoba memalsukannya di media. Sungguh keji!” lanjutnya.
Press TV menyebut Pemerintah Iran mengeklaim angka korban yang tercatat secara resmi mencapai lebih dari 3.000 orang tewas akibat kerusuhan dan aksi terorisme di sejumlah kota pada awal Januari.
Kerusuhan dilaporkan meningkat pada 8 Januari dan berlangsung selama beberapa hari setelah demonstrasi damai di pasar-pasar Iran. Dalam aksi itu, para pedagang menyerukan langkah Pemerintah untuk menahan devaluasi mata uang Rial.
Kekerasan disebut mengakibatkan kerusakan luas pada fasilitas publik dan swasta, termasuk perusakan toko, lembaga Pemerintah, dan sarana layanan publik.
Otoritas Iran menegaskan Badan Intelijen Amerika Serikat dan Israel terlibat secara langsung dalam kerusuhan, termasuk melalui pendanaan, pelatihan, serta dukungan media kepada kelompok-kelompok yang disebut sebagai perusuh dan teroris bersenjata.
