3.500 Tokoh Budaya dan Media Iran Nyatakan Dukungan untuk Ayatullah Khamenei di Tengah Ancaman Trump
POROS PERLAWANAN — Sekitar 3.500 tokoh budaya dan media Iran mengeluarkan pernyataan dukungan kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menyusul meningkatnya retorika ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap Teheran.
Mengutip Press TV pada Selasa 27 Januari, pernyataan tersebut dirilis pada Senin sebagai respons atas ancaman berulang Trump untuk menyerang Iran dan mengganti kepemimpinannya, setelah kerusuhan yang disebut terkait pihak asing terjadi di sejumlah wilayah Iran.
Dalam pernyataan itu, para tokoh budaya dan media menyebut Ayatullah Khamenei sebagai “pemimpin yang bijaksana” dan menilai bangsa Iran sebagai “bangsa tercinta” yang menjadi penghalang utama terhadap apa yang mereka sebut sebagai tindakan jahat Presiden AS.
Mereka menyebut Trump menargetkan Republik Islam melalui ancaman, sanksi, dan penghinaan. Para penanda tangan juga menyatakan pendekatan Trump terhadap Iran telah memicu kemarahan luas, tidak hanya di kalangan warga Iran, tetapi juga di kalangan umat Muslim di berbagai negara.
“Pendekatan Presiden AS terhadap Pemimpin Tertinggi dan bangsa Iran telah memicu gelombang kemarahan dan kebencian tidak hanya di kalangan warga Iran, tetapi juga di kalangan umat Muslim di seluruh dunia,” demikian pernyataan tersebut.
Mereka menyebut kemarahan publik tersebut sebagai manifestasi “persatuan suci” yang dianggap mencerminkan solidaritas rakyat Iran menghadapi pihak yang menginginkan perang, kehancuran, perpecahan, dan pembantaian.
“Berpusat pada Pemimpin, persatuan nasional kita adalah salah satu pilar identitas nasional kita sebagai orang Iran,” bunyi bagian lain pernyataan itu.
Press TV juga melaporkan bahwa Ayatullah Khamenei sebelumnya menyatakan Iran memandang Trump sebagai pelaku utama di balik pembunuhan dan kehancuran dalam kerusuhan yang terjadi baru-baru ini.
Para tokoh budaya dan media dalam pernyataan tersebut menilai persatuan nasional telah membawa Iran meraih kemenangan dalam perang Israel-AS tahun lalu terhadap negara itu. Mereka menyatakan keyakinan bahwa soliditas yang sama akan menjadi kunci dalam menghadapi tekanan lanjutan dari Washington.
“Inilah tanah yang menghancurkan kebesaran palsu AS sejak Perang Dunia II dan menempatkan AS yang bermusuhan pada tempatnya”, tulis mereka.
Selain menyatakan dukungan kepada Ayatullah Khamenei, pernyataan itu turut mengecam penghinaan terbuka Trump terhadap Pemimpin Tertinggi Iran. Mereka juga mengingatkan kembali serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS, termasuk serangan terhadap pangkalan Ain al-Asad pada 2020 serta pangkalan udara al-Udeid pada 2025.
Pada 8 Januari 2020, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembakkan rudal ke pangkalan Ain al-Asad di Provinsi Anbar, Irak barat, sebagai respons atas pembunuhan Komandan Pasukan Quds, Letnan Jenderal Qasim Soleimani.
Pentagon saat itu menyatakan lebih dari 100 personel Militer AS mengalami “cedera otak traumatis” parah akibat serangan tersebut.
Sementara pada 23 Juni 2025, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan pangkalan udara al-Udeid di Qatar, yang disebut sebagai pangkalan militer terbesar AS di Asia Barat sebagai bagian dari serangan balasan terhadap agresi AS-Israel.
