Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Intelijen IRGC: 10 Badan Intelijen Asing Terlibat Rencana Destabilisasi Iran

POROS PERLAWANAN — Intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan mengatakan telah menggagalkan rencana teror dan destabilisasi yang disusun oleh Badan-badan Intelijen dari 10 negara asing. Rencana tersebut, menurut IRGC, bertujuan memicu kekacauan internal serta mengancam integritas geografis dan identitas nasional Iran.

Mengutip Press TV pada Selasa 27 Januari, IRGC dalam pernyataan yang dirilis pada Senin menyebut serangkaian insiden teroris yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir merupakan bagian dari “konspirasi besar AS-Israel” untuk melemahkan Republik Islam.

“Ruang komando musuh dibentuk segera setelah Perang 12 Hari dengan partisipasi 10 Badan Intelijen musuh,” demikian isi pernyataan tersebut.

Sayap intelijen IRGC menyatakan rencana itu diarahkan untuk memicu kerusuhan domestik yang disertai intervensi asing, sehingga menciptakan ancaman eksistensial terhadap Iran. IRGC menyebut upaya tersebut berhasil digagalkan berkat kewaspadaan pasukan keamanan dan kerja sama masyarakat.

Dalam pernyataan itu, IRGC juga memaparkan angka-angka penindakan selama periode kerusuhan. Disebutkan bahwa Organisasi Intelijen IRGC menangkap 735 orang yang berafiliasi dengan jaringan anti-keamanan, memanggil 11.000 individu yang dianggap “rentan”, menyita 743 senjata api ilegal, serta mengidentifikasi 46 orang yang terkait dengan dinas asing.

IRGC juga menyebut adanya dukungan langsung dari pejabat politik dan keamanan luar negeri terhadap tindakan kekerasan, termasuk eksploitasi pertemuan publik oleh kelompok teroris, penggunaan platform media sosial untuk menghasut kekerasan, serta pengerahan “preman dan penjahat terorganisasi” untuk meningkatkan jumlah korban di kalangan warga sipil dan aparat keamanan.

Pernyataan itu menyebut Intelijen IRGC menyusup ke jaringan komunikasi para pelaku kerusuhan, menguasai jaringan teroris lintas perbatasan, memanfaatkan “elemen yang tertipu” untuk kontra-penyusupan, serta terus mengidentifikasi dan menindak tegas jaringan yang disebut terlibat.

Press TV melaporkan kerusuhan meningkat sejak 8 Januari dan berlanjut selama beberapa hari, setelah protes damai di sejumlah pasar Iran. Dalam aksi itu, para pedagang menyerukan langkah Pemerintah untuk menghentikan pelemahan nilai tukar Rial Iran.

Media tersebut juga menyebut kekerasan menimbulkan kerusakan luas pada properti publik dan swasta, termasuk penghancuran toko, lembaga Pemerintah, serta fasilitas layanan umum. Otoritas Iran, menurut laporan itu, mengonfirmasi keterlibatan Dinas Intelijen AS dan Israel dalam bentuk pendanaan, pelatihan, dan dukungan media kepada para perusuh dan kelompok bersenjata.

Sementara itu, Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran melaporkan 3.117 orang tewas selama kerusuhan, terdiri atas 2.427 warga sipil dan personel keamanan, serta menyatakan banyak korban merupakan warga yang tidak terlibat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *