Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

China Disebut Kirim Peralatan Militer dan Teknologi ke Iran di Tengah Ancaman AS

Foreign Policy: Kerja Sama Iran-China Ancaman Serius Kepentingan Vital AS-Israel

POROS PERLAWANAN — China disebut terus mengirimkan peralatan militer dan teknologi canggih ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Pengiriman itu dinilai sebagai upaya Beijing membantu Teheran memperkuat kemampuan pertahanan dan keamanan dalam negeri, sekaligus menghambat strategi Washington yang dianggap berusaha mengepung pengaruh China.

Mengutip Al Mayadeen pada Selasa 27 Januari, armada udara China dilaporkan melakukan pengangkutan peralatan dalam intensitas tinggi. Bantuan tersebut disebut mencakup perangkat teknologi berkemampuan tinggi dan perlengkapan militer yang dapat memperkuat daya tahan Iran menghadapi potensi konflik.

Analisis yang dimuat Al Mayadeen tersebut ditulis oleh Jamal Wakim. Jamal mengaitkan eskalasi tekanan AS terhadap Iran dengan dinamika geopolitik global yang lebih luas, termasuk perkembangan di Venezuela. Dalam laporan itu disebuttkan bahwa ran mengalami gelombang kerusuhan pada Januari setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh AS dalam operasi yang diklaim menempatkan Venezuela di bawah kendali Washington. Presiden AS, Donald Trump disebut menyatakan penggulingan Maduro bertujuan merampas minyak Venezuela dari China.

Peristiwa itu memperkuat keyakinan sejumlah pihak bahwa gelombang protes di Iran juga diarahkan untuk melemahkan mitra energi penting China lainnya, yakni Iran—pemasok minyak dan gas bagi Beijing.

Wakim menulis bahwa aksi protes besar di Iran pada akhir 2025 hingga awal 2026 menjadi salah satu tantangan paling serius bagi Republik Islam, terjadi bersamaan dengan tekanan ekonomi, kampanye eksternal, serta dugaan operasi intelijen asing. Dalam analisis tersebut, jaringan Mossad dan Agen Intelijen AS disebut berperan dalam mengelola kerusuhan dengan memanfaatkan dukungan teknologi dari perusahaan kecerdasan buatan AS dan Israel.

Namun, otoritas Iran disebut mampu mengendalikan situasi, termasuk setelah menetralkan jaringan komunikasi yang digunakan demonstran, terutama internet satelit seperti Starlink. Kondisi ini dinilai menunjukkan Iran telah memperoleh dukungan teknologi elektronik berkemampuan tinggi.

China dalam analisis itu digambarkan memilih pendekatan tidak langsung. Beijing diperkirakan tidak akan terlibat dalam konflik bersenjata secara terbuka, namun menyediakan kemampuan teknologi dan perangkat pertahanan agar Iran mampu bertahan. Dukungan tersebut disebut meliputi teknologi pengawasan, sistem pengenalan wajah, serta teknologi drone.

Selain energi, posisi Iran sebagai simpul transportasi dalam proyek Belt and Road Initiative China juga dinilai mendorong Beijing mempertahankan stabilitas Teheran, guna mencegah AS memperluas pengaruh di Asia Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *