Axios: Pemerintahan Trump Sampaikan Kesiapan Bertemu Iran untuk Negosiasi
POROS PERLAWANAN — Media Amerika Axios melaporkan bahwa Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyampaikan kepada Iran melalui sejumlah jalur komunikasi bahwa Washington terbuka untuk menggelar pertemuan negosiasi. Informasi itu muncul di tengah meningkatnya aktivitas Militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Dalam laporan pada Minggu 1 Februari, Axios mengutip dua sumber regional yang menyebut Mesir, Qatar, dan Turki sedang berupaya mengatur kemungkinan pertemuan di Ankara pada akhir pekan depan. Pertemuan itu disebut berpotensi mempertemukan Utusan Gedung Putih, Steve Witkoff dengan sejumlah pejabat senior Iran.
Seorang pejabat dari salah satu negara yang terlibat upaya mediasi mengatakan kepada Axios bahwa proses tersebut masih berjalan. Ketiga negara disebut mendorong jalur dialog guna mencegah eskalasi dan kemungkinan perang regional.
Menurut laporan yang sama, Mesir, Qatar, dan Turki sebelumnya ikut berperan dalam proses mediasi gencatan senjata di Gaza, dan kini mencoba membuka jalur diplomasi antara Washington dan Teheran.
Seorang pejabat senior AS menyampaikan kepada Axios bahwa Pemerintahan Trump telah memberikan sinyal kepada Iran mengenai kesiapan menggelar pertemuan untuk membahas kemungkinan kesepakatan.
Di tengah upaya tersebut, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani melakukan kunjungan ke Teheran pada Sabtu. Dalam kunjungan itu, dia bertemu Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Larijani sebelumnya menyatakan struktur yang dibutuhkan untuk membuka ruang negosiasi terus dibangun, meski diiringi perang opini di media.
Sementara itu, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi juga dilaporkan melakukan komunikasi dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Al-Sisi menekankan perlunya menghindari eskalasi serta menolak solusi militer.
Dari Turki, Menteri Luar Negeri, Hakan Fidan menerima kunjungan Menlu Iran, Abbas Araghchi dua hari sebelumnya. Fidan kembali menegaskan diplomasi sebagai jalur utama untuk meredakan krisis.
