Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Abu Ubaidah: Nasib Akhir para Antek Zionis adalah Kebinasaan

POROS PERLAWANAN – Juru bicara Brigade Qassam, Abu Ubaidah, dalam statemennya menanggapi masalah pasukan Perlawanan yang terkepung di Rafah. Ia mengatakan, tindakan pengkhianatan terhadap rakyat Palestina dan anasir mulia tidak lain adalah kesetiaan penuh terhadap Rezim Zionis dan pelaksanaan rencana mereka.

Fars memberitakan, Juru Bicara sayap militer Hamas itu menekankan, para tentara bayaran pengecut dan hina ini hanya berpura-pura menjadi singa di wilayah yang dikuasai oleh Militer Rezim Zionis dan dilindungi oleh tank-tank mereka. Sementara kekejaman dan sikap arogan yang mereka lakukan terhadap warga sipil dan para pahlawan Perlawanan, yang telah melemah lantaran menderita kelaparan dan pengepungan, sama sekali bukan keberanian, melainkan upaya putus asa para pengkhianat untuk membuktikan diri.

Abu Ubaidah menekankan bahwa nasib kelam para pengkhianat ini sudah dekat, dan akhir mereka adalah kebinasaan yang pasti. Menurutnya, musuh tidak dapat melindungi mereka dari keadilan rakyat Palestina. Para pengkhianat ini juga tidak akan menemukan kuburan di tanah suci Palestina untuk menampung mayat-mayat busuk mereka.

Di akhir statemen, Abu Ubaidah mengirimkan salam kepada para pahlawan Perlawanan yang terkepung di wilayah Rafah; para pahlawan yang menolak penghinaan dan penaklukan, hingga lebih memilih syahadah daripada menyerah. Kisah mereka akan diceritakan untuk generasi mendatang, dan nama-nama mereka akan abadi.

Meskipun ada perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, Rezim Zionis mencegah penarikan dan relokasi pasukan Perlawanan yang terkepung di terowongan Rafah ke wilayah yang dikuasai Hamas. Pasukan bayaran Rezim juga membantu Pendudukan dalam pengejaran dan upaya penangkapan para pejuang.

Menurut perjanjian gencatan senjata, Rafah berada di bawah pendudukan penuh Militer Rezim Zionis. Telah disepakati bahwa mereka akan menarik diri dari semua wilayah yang diduduki ke belakang perbatasan Gaza pada fase kedua negosiasi. Namun, Rezim Pendudukan hingga saat ini menolak untuk terlibat secara serius dalam pembicaraan. Mereka berupaya mengaitkannya dengan pelucutan senjata Perlawanan dan Gaza.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *