Iran Jadi Dalih Baru Trump untuk Tekan Inggris
POROS PERLAWANAN – Presiden AS, Donald Trump pada Rabu 18 Februari mengulangi klaim anti-Irannya, dengan mengeklaim bahwa Iran mungkin akan menyerang Inggris.”
Fars melaporkan, dalam postingan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump berusaha memanfaatkan ketegangan terbaru dengan Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap Pemerintah Inggris.
Mengacu pada kesepakatan Inggris dengan Mauritius mengenai pulau Diego Garcia, ia sekali lagi mengkritik Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
“Saya telah memberitahu Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bahwa dalam hal negara-negara, menyewakan bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Dia membuat kesalahan besar dengan menandatangani perjanjian sewa 100 tahun dengan siapa pun yang mengeklaim hak, kepemilikan, dan kepentingan atas Diego Garcia, yang terletak di Samudra Hindia dan penting secara strategis,” cuit Trump.
Setelah bertahun-tahun sengketa, Inggris menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Kepulauan tersebut terletak 500 kilometer arah selatan Maldives di Samudra Hindia. Kepulauan tersebut memiliki arti strategis yang besar, karena pangkalan militer gabungan Inggris-AS berada di salah satu pulau di sana, yaitu Diego Garcia.
Inggris menduduki wilayah tersebut pada tahun 1814. Pada tahun 1965, tiga tahun sebelum kemerdekaan Mauritius, Inggris memisahkan Kepulauan Chagos dari Mauritius. Pada tahun 1967, Inggris memaksa ribuan penduduk Chagos untuk meninggalkan rumah mereka guna mendirikan pangkalan militer gabungan Inggris-AS di Diego Garcia, yang merupakan pulau terbesar di kepulauan tersebut.
Namun, Trump menolak klaim Mauritius, dengan mengeklaim bahwa dalam pandangannya, “klaim-klaim ini secara substantif dibuat-buat.”
Presiden AS kemudian menggunakan ketegangan terbaru dengan Iran sebagai dalih baru untuk menekan Inggris, dengan menyatakan,“Jika Iran memutuskan untuk tidak menjalin kesepakatan, AS mungkin perlu menggunakan Diego Garcia dan landasan udara di Fairford.” Ia bahkan menuduh bahwa serangan Iran “berpotensi ditujukan terhadap Inggris serta negara-negara sekutu lainnya.”
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menentang pernyataan bertentangan Trump tentang pulau Diego Garcia. Dia mengatakan bahwa Presiden AS sebelumnya mendukung perjanjian Kepulauan Chagos, tetapi kini mengambil sikap berbeda dengan tujuan menekan Inggris.
