Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Angkatan Bersenjata Yaman: ‘Kami Akan Guncang Bumi di Bawah Kaki AS dan Israel’

Rapor Gemilang Yaman: Ubah Perimbangan dengan 758 Operasi dalam 2 Tahun

POROS PERLAWANAN — Pimpinan Militer Yaman menyatakan kesiapan tempur penuh menghadapi potensi agresi dari Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan keras itu disampaikan dalam pesan resmi menyambut Ramadan, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan Asia Barat.

Menurut laporan IRNA pada Rabu 18 Februari, yang mengutip Al-Ahed, Menteri Pertahanan Yaman, Mohammad Nasser Atefi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Yousef Hassan Madani mengirim pesan kepada Pemimpin Ansharullah Abdul Malik Badreddin al-Houthi, Ketua Dewan Politik Tertinggi Mahdi Mashat, serta jajaran pasukan.

“Angkatan Bersenjata sepenuhnya siap menghadapi keadaan darurat atau tindakan bodoh apa pun dari musuh Amerika atau Zionis. Kemampuan Militer kami telah mencapai tingkat yang memungkinkan konfrontasi dengan percaya diri dan kompetensi,” demikian isi pernyataan tersebut.

Keduanya juga menegaskan sikap tanpa kompromi dalam menjaga kedaulatan nasional. “Kami tidak akan berkompromi, mundur, atau menyerah. Jari-jari kami selalu berada di pelatuk. Kedaulatan Tanah Air adalah garis merah,” tegas mereka.

Pernyataan itu muncul saat dinamika militer di Kawasan kembali meningkat. Sejumlah negara memperkuat kesiapsiagaan, sementara tekanan ekonomi dan sanksi terhadap Yaman masih berlangsung.

Dalam pesan lanjutan, Pemimpin Militer Yaman menegaskan dukungan terhadap Palestina. “Angkatan Bersenjata akan menjadi perisai kokoh bagi aspirasi bangsa ini, terutama Palestina. Siapa pun yang mengancam keamanan kami akan menghadapi respons yang mengguncang bumi di bawah kaki mereka,” bunyi pernyataan tersebut.

Sikap serupa disampaikan Kepala Pemerintahan Penyelamatan Nasional di Sanaa, Mohammed Miftah. Mengutip ISNA, Miftah menilai pengerahan pasukan dan peralatan militer Amerika ke Kawasan tidak membawa keuntungan strategis bagi stabilitas regional.

“Pengiriman pasukan dan peralatan militer Amerika ke wilayah ini tidak menguntungkan bangsa Islam atau pihak mana pun di Kawasan,” kata Miftah.

Pihaknya juga memperingatkan aktor internal maupun eksternal agar tidak terlibat dalam langkah yang memperburuk situasi.

Miftah mendorong Arab Saudi menempuh jalur deeskalasi. “Lebih baik bergerak menuju pengurangan ketegangan agar serangan berhenti, pengepungan dicabut, peta jalan dijalankan, dan hak rakyat dipenuhi,” ujarnya.

Dari kubu Ansharullah, Anggota Biro Politik, Ali Deylami menyoroti kebijakan Riyadh terhadap Yaman. “Blokade ekonomi dan campur tangan dalam urusan internal harus dihentikan. Kami menyarankan Arab Saudi mengambil keputusan spesifik sebelum situasi memburuk,” kata Deylami.

Rangkaian pernyataan tersebut memperlihatkan konsolidasi posisi militer dan politik Yaman di tengah tekanan eksternal. Situasi Kawasan tetap dinamis. Arah eskalasi akan sangat ditentukan oleh respons para aktor regional dan internasional dalam beberapa waktu ke depan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *