Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Presiden Pezeshkian Tegaskan Angkatan Bersenjata Iran Siap Hancurkan Pangkalan AS di Kawasan

POROS PERLAWANAN – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan Angkatan Bersenjata negaranya siap menghancurkan pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh Kawasan sebagai respons atas serangan gabungan AS–Israel yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Minggu malam 1 Maret, Pezeshkian menyatakan wafatnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tidak akan melemahkan tekad Militer Iran.

“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran siap dengan kekuatan untuk mengambil tindakan guna menghancurkan basis-basis musuh, dan akan terus demikian. Mereka akan mengecewakan musuh, seperti yang selalu mereka lakukan,” ujar Pezeshkian.

Ia juga menegaskan Washington dan Tel Aviv tidak akan memperoleh apa pun selain “aib” dari pembunuhan keji tersebut.

Dewan Transisi Mulai Bekerja

Presiden mengumumkan dewan beranggotakan tiga orang yang bertugas memfasilitasi transisi kepemimpinan telah mulai menggelar pertemuan. Dewan itu dibentuk sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran.

“Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi, Dewan Kepemimpinan Sementara telah memulai pekerjaannya hari ini dan akan melanjutkan jalan almarhum Imam Khomeini serta Pemimpin yang gugur,” kata Pezeshkian.

Ia menambahkan proses transisi akan berjalan sesuai kerangka hukum yang berlaku, sementara lembaga negara tetap beroperasi.

Eskalasi di Tengah Jalur Diplomatik

Serangan udara terbaru terjadi sekitar delapan bulan setelah gelombang serangan sebelumnya terhadap Iran. Kedua peristiwa berlangsung saat Teheran masih terlibat pembicaraan diplomatik dengan Washington soal program nuklir.

Sebagai respons, Iran meluncurkan rentetan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah yang dikuasai Israel serta ke sejumlah pangkalan militer AS di Kawasan. Ketegangan meningkat tajam dan memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional.

Situasi di lapangan masih berkembang. Arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi dinamika militer dan kemungkinan terbukanya kembali jalur diplomasi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *