Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah

POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-22 serangan dalam Operasi “Janji Sejati 4” (Wa’d al-Sadiq 4) yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari respons Iran terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel, yang menurut Tehran memicu eskalasi konflik regional.

Dalam pernyataan resmi nomor 23 yang dilansir Al Mayadeen pada Sabtu 7 Maret, Humas IRGC menyebut bahwa pasukan Iran telah memberikan “pukulan mematikan terhadap musuh agresor”.

Operasi gelombang ke-22 tersebut dilaksanakan dengan sandi “Ya Husain bin Ali (a.s)” dan didedikasikan untuk mengenang para pelajar yang menjadi korban serangan di kota Minab.

Rudal Generasi Baru Diluncurkan

Menurut IRGC, operasi tersebut melibatkan peluncuran sejumlah besar rudal generasi baru serta serangan gabungan yang menggunakan drone tempur dan rudal presisi terhadap target Amerika dan Israel di Kawasan.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi Militer Iran dalam menghadapi konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.

Pangkalan Al-Dhafra Jadi Target

IRGC menyatakan bahwa Pangkalan Udara Al-Dhafra, yang digunakan oleh Militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, menjadi salah satu sasaran utama serangan.

Menurut klaim IRGC, serangan tersebut menghancurkan sejumlah fasilitas penting di pangkalan itu, termasuk: radar peringatan dini canggih, hanggar penyimpanan drone MQ-9 dan fasilitas yang berkaitan dengan pesawat pengintai U-2.

IRGC juga menyebut bahwa kebakaran masih terjadi di beberapa fasilitas yang menjadi target serangan.

Serangan ke Ali Al-Salem dan Al-Udeid

Selain Al-Dhafra, IRGC juga mengrklaim telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al-Salem menggunakan rudal balistik dan rudal jelajah.

Menurut pernyataan tersebut, serangan itu menghantam sejumlah fasilitas vital, termasuk: tangki bahan bakar pesawat, dan dua landasan militer yang digunakan untuk operasi udara.

IRGC juga melaporkan serangan gabungan terhadap Pangkalan Udara Al-Udeid, salah satu fasilitas militer terbesar Amerika Serikat di Kawasan.

Serangan tersebut disebut melibatkan: drone bunuh diri, rudal jelajah, dan rudal balistik.

Target yang disebut dalam pernyataan tersebut mencakup sistem radar, pusat pengendalian lalu lintas udara, fasilitas komunikasi satelit, serta instalasi pengisian bahan bakar.

IRGC Peringatkan “Kejutan di Medan Perang”

IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari respons Iran terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam penutup pernyataannya, IRGC memperingatkan bahwa operasi militer Iran akan terus berlanjut.

“Musuh-musuh Iran harus menunggu kejutan-kejutan menentukan dari para pejuang Islam di medan pertempuran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu mengisyaratkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut dalam operasi militer Iran terhadap target Amerika dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *