Hizbullah Lebanon Intensifkan Serangan di Perbatasan, Israel Akui Korban Luka
POROS PERLAWANAN – Perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah meningkatkan intensitas operasi militernya di sepanjang perbatasan dengan Israel, melancarkan serangkaian serangan roket, rudal berpemandu, dan drone kamikaze terhadap pangkalan militer serta permukiman Israel di Wilayah utara Palestina yang Diduduki.
Serangan terbaru dilancarkan pada Jumat 6 Maret sebagai respons atas agresi Israel yang menargetkan puluhan kota dan desa di Lebanon, termasuk kawasan Dahiyeh di pinggiran selatan Beirut.
Menurut laporan Al Mayadeen, dalam salah satu operasi tersebut Perlawanan meluncurkan dua drone kamikaze yang menargetkan instalasi militer Israel. Serangan pertama diarahkan ke Pangkalan Ammiad di selatan kota Safed, sementara serangan kedua menghantam Pangkalan Katsavia di wilayah Dataran Tinggi Golan.
Perlawanan juga meningkatkan tekanan terhadap permukiman Israel di wilayah utara dengan menembakkan rentetan roket ke arah Ramot Naftali, al-Malkiya, dan Shomera, setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada penduduk permukiman tersebut.
Di sektor militer, para pejuang menargetkan bunker tempat berlindung tentara Israel di pos militer Balat yang baru didirikan di Lebanon selatan menggunakan rudal berpemandu, yang dilaporkan mengenai sasaran secara langsung.
Serangan lain diarahkan ke pos militer Merkaba yang juga baru didirikan, sementara konsentrasi pasukan Israel di Kiryat Shmona diserang menggunakan sekawanan drone kamikaze.
Media Israel pada saat yang sama mengakui adanya empat tentara yang terluka akibat serangan rudal Kornet yang ditembakkan dari wilayah Lebanon. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya insiden keamanan yang menimpa sebuah unit Militer Israel di dalam bangunan hunian di permukiman Metula.
Sebelumnya pada hari yang sama, Perlawanan juga menargetkan barak militer Zar’it dan pos Balat menggunakan sekawanan drone kamikaze, serta menembakkan rentetan roket ke arah permukiman Sa’sa’.
Pada Sabtu 7 Maret, Perlawanan melancarkan serangan gabungan roket dan artileri terhadap sejumlah posisi dan konsentrasi pasukan Israel di Metula, al-Manara, al-Marj, Hadabat al-Ajl, serta barak militer Yiftah.
Serangkaian operasi tersebut mencerminkan meningkatnya intensitas konfrontasi di perbatasan Lebanon–Israel, di tengah siklus saling serang yang terus memperluas ketegangan di Kawasan.
