Larijani: Musuh Siapkan Rekayasa Insiden Mirip 11/9 untuk Menuduh dan Menyudutkan Iran
POROS PERLAWANAN — Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani menyampaikan peringatan terkait dugaan rencana provokasi internasional yang diarahkan untuk menyudutkan Iran. Larijani menyebut terdapat pihak yang berupaya merekayasa insiden besar mirip peristiwa 11 September untuk melontarkan tuduhan terhadap Teheran.
Mengutip laporan Al Manar pada Minggu 15 Maret, pernyataan tersebut disampaikan Larijani melalui unggahan di platform X di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Beberapa anggota tim Epstein yang tersisa merencanakan konspirasi untuk merekayasa insiden yang mirip dengan peristiwa 11 September guna melontarkan tuduhan palsu terhadap Iran”, tulis Larijani.
Larijani menilai Iran saat ini berada dalam posisi pertahanan yang kuat menghadapi tekanan militer dan politik dari Amerika Serikat serta Israel. Langkah pertahanan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya melindungi kedaulatan negara sekaligus memberi respons terhadap agresi yang dinilai mengancam keamanan Iran.
“Dalam kondisi saat ini, Iran berada dalam posisi bertahan yang kuat terhadap agresi Amerika dan Israel. Pertahanan tersebut penting untuk menghukum para agresor,” kata Larijani.
Dalam pernyataan yang sama, Larijani menegaskan Iran menolak segala bentuk aksi terorisme. Iran, menurut pernyataan tersebut, tidak memiliki permusuhan terhadap rakyat Amerika Serikat.
Larijani menekankan setiap tuduhan yang mengaitkan Iran dengan rencana aksi teror tidak memiliki dasar dan bertentangan dengan posisi resmi negara tersebut.
Pernyataan Larijani muncul saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah serangkaian serangan dan pernyataan keras antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
