IRGC Targetkan Pangkalan Al Dhafra, Pusat Dukungan Intelijen dan Logistik AS
POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-53 Operasi Janji Sejati 4. Operasi tersebut disebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Al Dhafra, Uni Emirat Arab, yang menurut IRGC berfungsi sebagai pusat dukungan intelijen dan logistik.
Mengutip laporan Al Mayadeen pada Minggu 15 Maret, IRGC menyatakan serangan dilakukan melalui peluncuran gabungan yang melibatkan rudal hipersonik dan drone.
Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut sepuluh rudal jenis Fattah dan Qadr diluncurkan bersama sejumlah drone bunuh diri. Target operasi diarahkan ke fasilitas militer Amerika Serikat di pangkalan Al Dhafra.
Operasi tersebut disebut membawa simbol “Ya Jawad al-A’immah, datanglah menolongku”. IRGC menyatakan simbol tersebut digunakan untuk mengenang 84 awak kapal perang Dena milik Angkatan Laut Iran yang gugur.
IRGC menilai pangkalan Al Dhafra memiliki peran penting dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel di Kawasan. Menurut pernyataan tersebut, fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat komando regional serta dukungan intelijen bagi operasi militer yang berkaitan dengan Israel.
“Serangan terus-menerus terhadap target, pusat, dan kepentingan entitas Amerika dan Zionis akan berlanjut dengan kekuatan lebih besar sampai agresor menyerah dan menerima hukuman”, tulis pernyataan IRGC.
IRGC juga menyinggung operasi sebelumnya dalam gelombang ke-52. Dalam operasi tersebut, IRGC mengeklaim telah menargetkan sejumlah wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Kawasan.
Pangkalan yang disebut dalam operasi sebelumnya meliputi pangkalan Harir di Kurdistan Irak serta pangkalan Ali Al Salem dan Arifjan di Kuwait.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC kembali menyampaikan ancaman terhadap Perdana Menteri Israel.
“Jika Netanyahu, penjahat dan pembunuh anak itu masih hidup, kami akan terus mengejarnya sampai dia dihukum”, tulis IRGC.
Situasi keamanan di Timur Tengah terus memanas setelah rangkaian operasi militer dan pernyataan keras antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.
