Iran Kritik Pernyataan Subjektif dan Bias Menlu Saudi
POROS PERLAWANAN – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei pada Kamis malam 19 Maret menggambarkan pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan dalam pertemuan negara-negara Arab dan Islam sebagai “statemen yang tidak adil, sepihak, dan bertentangan dengan tuntutan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap perkembangan regional.
Dilansir Fars, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa tidak ada pihak yang dapat mengabaikan fakta jelas bahwa akar penyebab krisis saat ini di Kawasan adalah perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Rezim Zionis, juga fakta bahwa kedua rezim tersebut menggunakan pangkalan dan fasilitas militer yang berlokasi di negara-negara Kawasan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mendukung tindakan agresif mereka terhadap Iran.
Sembari menekankan hak inheren Iran untuk membela diri terhadap agresi militer oleh AS dan Rezim Zionis, Baghaei mencatat bahwa berdasarkan prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk Resolusi Majelis Umum PBB 2625 dan 3334, tidak ada negara yang diizinkan untuk menyediakan wilayah dan fasilitasnya bagi agresi militer pihak ketiga terhadap negara lain.
Mengacu pada bukti dan indikasi yang kredibel mengenai penggunaan terus-menerus oleh pihak-pihak agresor atas pangkalan dan fasilitas negara-negara di Kawasan untuk melancarkan serangan kriminal terhadap Iran, Baghaei menyoroti tanggung jawab internasional semua negara yang menjadi tuan rumah pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa pihak-pihak yang membantu atau ikut serta dalam agresi militer Amerika Serikat dan Rezim Zionis terhadap Iran dianggap terlibat dalam kejahatan yang dilakukan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri juga menegaskan kepatuhan Republik Islam Iran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB, khususnya prinsip kerukunan bertetangga dan penghormatan terhadap kedaulatan nasional serta integritas teritorial semua negara di kawasan, Ia mengutarakan harapan agar negara-negara di Kawasan, dengan pendekatan yang logis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan hukum internasional, segera mencegah Amerika Serikat dan Rezim Zionis memanfaatkan wilayah dan fasilitas mereka untuk menyerang Iran, serta tidak membiarkan Rezim Zionis mewujudkan ambisinya untuk menciptakan perpecahan dan perselisihan di antara negara-negara Islam.
