Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC Gempur Infrastruktur Strategis di Israel, Siemens dan AT&T Jadi Sasaran Drone

POROS PERLAWANAN — Militer Iran dalam sebuah laporan telah menyerang fasilitas strategis milik Siemens dan AT&T di wilayah Israel menggunakan drone, dalam operasi yang disebut sebagai respons atas serangan terhadap infrastruktur Iran.

Dalam laporan Al-Mayadeen pada Selasa 31 Maret, Militer Iran melalui pernyataan bernomor 50 menyebut telah melancarkan serangan besar menggunakan satu skuadron drone bunuh diri ke sejumlah target yang disebut strategis dan sensitif di wilayah Haifa dan sekitar Ben Gurion.

Menurut pernyataan tersebut, salah satu target serangan adalah pusat perangkat lunak industri milik Siemens di dekat Bandara Ben Gurion. Fasilitas itu berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan dan otomatisasi yang disebut digunakan untuk mendukung jalur produksi senjata serta pengembangan sistem militer Israel.

Selain itu, Iran juga menyerang pusat riset milik perusahaan telekomunikasi Amerika, AT&T, di Haifa. Dalam pernyataannya, Militer Iran menyebut fasilitas itu sebagai pusat penting bagi komputasi awan dan jaringan komunikasi canggih yang digunakan Militer Israel.

Militer Iran menegaskan operasi tersebut merupakan balasan langsung atas apa yang disebutnya sebagai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur Iran.

“Para pejuang kami tidak akan ragu untuk terus menghukum para agresor hingga bayang-bayang perang benar-benar hilang dari Iran,” demikian isi pernyataan tersebut.

Target Lain: Elbit Systems hingga Infrastruktur Militer

Sehari sebelumnya, melalui pernyataan bernomor 49, Militer Iran juga telah menyerang sejumlah target industri pertahanan Israel.

Dalam pernyataan itu, Iran menyebut menargetkan infrastruktur milik Elbit Systems, Kanfit Industries, serta pusat manufaktur dan pengembangan sistem pertahanan dan serangan Israel di kawasan industri Nof HaGalil dan Tel Aviv.

Iran menegaskan fasilitas-fasilitas tersebut terlibat dalam pengembangan sistem pertahanan dan ofensif, termasuk teknologi yang berkaitan dengan sistem pertahanan udara seperti Iron Dome.

Elbit Systems dikenal sebagai salah satu perusahaan pertahanan utama Israel yang bergerak di bidang peperangan elektronik, drone, sistem sensor, dan radar. Sementara Kanfit Industries beroperasi di sektor teknik penerbangan, termasuk produksi komponen pesawat dan struktur helikopter.

IRGC Juga Ancam Perusahaan Teknologi AS

Dalam perkembangan terkait, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada hari yang sama juga mengancam akan menargetkan perusahaan teknologi informasi, komunikasi, dan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat yang dituduh terlibat dalam pembunuhan dan operasi spionase terhadap Iran.

IRGC menyebut 18 perusahaan Amerika masuk dalam daftar target sah, termasuk Microsoft, Google, Meta, Boeing, dan Tesla.

Sebelumnya, pada Senin pagi, Militer Iran juga telah menargetkan stasiun radar musuh yang berada di Uni Emirat Arab (UEA) menggunakan drone serang. Fasilitas itu disebut berfungsi untuk mendeteksi dan melacak rudal serta drone tempur Iran.

Serangkaian operasi tersebut disebut sebagai bagian dari respons Iran terhadap eskalasi Militer Amerika Serikat dan Israel di Kawasan, yang oleh Teheran dimasukkan dalam rangkaian operasi bertajuk “Janji Sejati 4”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *