Abu Ubaidah Puji Operasi Hizbullah di Lebanon
POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah memuji operasi terbaru yang dilakukan Hizbullah Lebanon dan menyebut aksi itu menimbulkan kerugian besar bagi Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan Al-Manar pada Selasa malam 31 Maret, yang mengutip langsung pernyataan Abu Ubaidah tentang operasi terbaru di front Lebanon.
“Berbahagialah senjata-senjata yang menimbulkan kerugian besar pada musuh Zionis, yang terbaru adalah selama operasi kualitatif kemarin,” kata Abu Ubaidah.
Dia juga menyerukan peningkatan operasi penangkapan terhadap tentara Israel. Langkah itu dinilai sebagai cara efektif untuk mendorong pembebasan tahanan Palestina dan Arab dari penjara Israel.
“Kami menyerukan kepada mereka untuk meningkatkan upaya mereka dalam menangkap tentara Zionis guna membebaskan tahanan Palestina dan Arab dari kedalaman penjara pendudukan, terutama setelah disahkannya undang-undang untuk mengeksekusi tahanan,” ujarnya.
Menurut Abu Ubaidah, pengalaman konflik selama ini menunjukkan pembebasan tahanan lebih efektif dicapai melalui tekanan langsung di lapangan.
“Perjuangan rakyat kita melawan Zionis telah membuktikan bahwa jalan tercepat untuk membebaskan tahanan adalah melalui perlawanan, dan Gaza telah banyak berkorban untuk tujuan ini,” katanya.
Dia juga menyampaikan seruan langsung kepada Hizbullah untuk melanjutkan operasi tersebut.
“Kami mendesak para pahlawan Hizbullah untuk menyelesaikan misi ini, dan kami yakin Tuhan tidak akan meninggalkan tahanan kita yang telah dibebaskan serta akan memberi pertolongan dan jalan keluar dari kesulitan mereka,” lanjutnya.
Dalam pernyataan yang sama, Abu Ubaidah menyinggung eskalasi terbaru yang dikaitkan dengan kebijakan Israel terhadap tahanan serta situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa.
“Kesombongan Zionis ini, yang babak terbarunya adalah pemberlakuan undang-undang untuk mengeksekusi tahanan, penutupan Al-Aqsa dan agresi terhadap rakyat Arab dan Islam kita, menuntut semua komponen bangsa dan masyarakat internasional untuk mengerahkan upaya menekan Pendudukan agar menghentikan pelanggaran tersebut,” tegasnya.
Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya koordinasi naratif di antara Kelompok-kelompok Perlawanan di Kawasan, seiring ketegangan yang terus berkembang antara Palestina, Lebanon, dan Israel.
