Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi Bantah Iran Serang Turki, Sebut Ada Operasi Bendera Palsu

POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi membantah laporan yang menyebut Teheran menembakkan rudal ke arah Turki dan memperingatkan adanya gelombang baru operasi bendera palsu yang dinilai dapat menyeret kawasan ke konflik lebih luas.

Dalam laporan Press TV pada Selasa 31 Maret, Araghchi menyampaikan penegasan itu saat berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.

Menurut Araghchi, informasi yang beredar dari sejumlah sumber tentang dugaan serangan rudal Iran ke wilayah Turki tidak memiliki dasar.

“Sama sekali tidak berdasar,” kata Araghchi tentang laporan tersebut.

Dia menilai penyebaran informasi semacam itu merupakan bagian dari pola disinformasi yang sengaja dibangun untuk merusak stabilitas Kawasan.

“Disinformasi semacam itu merupakan pengulangan operasi bendera palsu yang dirancang oleh musuh perdamaian dan persahabatan di Kawasan,” ujarnya.

Araghchi juga menegaskan Iran tetap berpegang pada prinsip hubungan bertetangga baik serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Turki.

“Republik Islam Iran berkomitmen pada prinsip bertetangga baik dan menghormati kedaulatan nasional serta integritas wilayah Turki,” tegasnya.

Menurut dia, Teheran juga siap menjalin kerja sama teknis dengan Ankara untuk menyelidiki beragam pernyataan tersebut secara menyeluruh.

Soroti Ancaman terhadap Infrastruktur Iran

Dalam pembicaraan yang sama, Araghchi turut menyoroti eskalasi perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, para pejabat Amerika Serikat secara terbuka telah melontarkan ancaman terhadap infrastruktur energi dan industri Iran, yang disebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Retorika para pejabat AS yang secara terbuka mengancam akan menyerang infrastruktur energi dan produksi Iran itu sendiri merupakan ancaman kriminal dan tanda jelas dari pengabaian terang-terangan Pemerintah AS terhadap landasan fundamental hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan,” kata Araghchi.

Araghchi juga menyerukan respons tegas dari komunitas internasional atas ancaman dan serangan yang menurut Iran telah menyasar berbagai sektor sipil.

Lebih lanjut, Araghchi menyebut serangan yang berlangsung menargetkan sekolah, universitas, pusat penelitian ilmiah, situs sejarah dan budaya, infrastruktur energi dan produksi, serta kawasan permukiman.

Turki Sampaikan Dinamika Diplomatik Regional

Sementara itu, Hakan Fidan dalam percakapan tersebut juga memberi penjelasan kepada Araghchi mengenai pertemuan segi empat yang baru digelar di Islamabad bersama para menteri luar negeri Pakistan, Arab Saudi, dan Mesir.

Pertemuan itu, menurut laporan, menekankan dukungan regional untuk menghentikan perang dan memulihkan perdamaian serta stabilitas di Kawasan.

Pernyataan Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional, ketika perang informasi, disinformasi, dan operasi psikologis menjadi bagian penting dari dinamika konflik Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *