Bulan Sabit Merah Iran: Lebih dari 115.000 Bangunan Sipil di Iran Rusak dalam Serangan AS–Israel
POROS PERLAWANAN — Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) melaporkan lebih dari 115.000 bangunan sipil rusak atau hancur di seluruh Iran dalam lima pekan terakhir, seiring serangan udara yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Mengutip Press TV, dalam laporan yang dirilis pada Rabu 1 April, IRCS mencatat total 115.193 unit sipil terdampak, terdiri atas 91.498 rumah dan 22.580 fasilitas komersial yang mengalami kerusakan parah atau hancur total.
Di Provinsi Teheran, lebih dari 44.000 bangunan tempat tinggal dan unit usaha dilaporkan menjadi sasaran. IRCS juga mencatat dampak luas pada sektor pendidikan, dengan sedikitnya 736 sekolah dan pusat pendidikan hancur atau rusak berat akibat gelombang serangan.
Fasilitas kesehatan turut terdampak. Lebih dari 300 pusat medis dilaporkan mengalami kerusakan. IRCS menilai penargetan terhadap infrastruktur sipil tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Di antara lokasi yang terdampak, terdapat sedikitnya 18 fasilitas Bulan Sabit Merah. Serangan-serangan itu, menurut IRCS, menewaskan tiga pekerja bantuan dan melukai 15 lainnya.
Konflik yang kini memasuki bulan kedua itu, menurut pejabat kesehatan Iran, telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di seluruh negeri, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap target yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel di Kawasan. Teheran mengeklaim operasi tersebut menekan kemampuan pertahanan udara lawan.
Dalam pernyataan terpisah pada Rabu, Militer Iran menegaskan komitmen untuk melanjutkan operasi hingga pihak yang dianggap sebagai agresor “menanggung konsekuensi atas darah warga sipil yang tertumpah”.
