Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Bantah Klaim Trump Soal ‘Iran Minta Gencatan Senjata’, Teheran: ‘Palsu dan Tak Berdasar’

POROS PERLAWANAN — Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran telah meminta gencatan senjata, dan menegaskan posisi Republik Islam tetap tidak berubah di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Rabu 1 April menyebut pernyataan Trump sebagai klaim yang tidak memiliki dasar.

“Klaim Trump bahwa Iran telah meminta gencatan senjata adalah salah dan tidak berdasar,” kata Baghaei, seperti dikutip Press TV.

Pernyataan itu muncul setelah Trump, melalui unggahan di platform Truth Social, mengeklaim Iran tengah mencari jalan menuju penghentian konflik. Dalam unggahan yang sama, Trump juga disebut mengaitkan kemungkinan gencatan senjata dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sejak dimulainya fase baru serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran menyatakan telah merespons melalui operasi militer balasan berskala luas.

Menurut narasi resmi Iran, Angkatan Bersenjata Iran sejauh ini telah melancarkan 89 gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone, dengan sasaran Wilayah Pendudukan Israel dan aset-aset Militer Amerika Serikat di Kawasan.

Eskalasi ini terjadi di tengah proses diplomatik yang sebelumnya masih berjalan antara Teheran dan Washington terkait program nuklir damai Iran, sehingga memperkuat narasi Iran bahwa jalur perundingan kembali runtuh di tengah tekanan militer.

Di sisi lain, Iran juga menegaskan tidak ada perubahan dalam syarat dan posisi dasarnya terkait penghentian perang.

Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi di Kantor Presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabai menegaskan sikap Teheran tetap konsisten dalam menghadapi agresi yang dipaksakan terhadap negara itu.

“Sikap Republik Islam Iran terkait pembelaan patriotik atas integritas negara terhadap agresi kekuatan jahat dan syarat-syarat untuk mengakhiri perang yang dipaksakan tidak berubah sedikit pun, dan tidak ada perhatian yang diberikan pada khayalan dan kebohongan para penjahat”, tulis Tabatabai di X.

“Bangsa Iran, dengan tekad, keteguhan, dan persatuan, sedang membela integritas Tanah Airnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik yang sedang berlangsung. Iran menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut berada di bawah pengawasan ketat, dan hanya kapal dari negara-negara yang tidak terlibat atau tidak mendukung agresi yang dapat melintas.

Pernyataan saling bertolak belakang dari Washington dan Teheran ini menegaskan satu hal: perang yang berlangsung saat ini tidak hanya bergerak di medan tempur, tetapi juga di ruang persepsi, diplomasi, dan legitimasi politik internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *