Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Bangga Pamer Kebejatan Usai Unggah Serangan ke Jembatan dan Fasilitas Kesehatan Iran

POROS PERLAWANAN — Amerika Serikat menyerang sejumlah infrastruktur sipil penting di Iran, termasuk Jembatan B1 yang menghubungkan Karaj dan Teheran, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman terbuka untuk membom Iran “hingga kembali ke Zaman Batu”.

Jembatan B1 dibom sebelum serangan kedua pada 2 April. Infrastruktur tersebut dilaporkan belum beroperasi. Namun, Washington disebut mengeklaim jembatan itu digunakan untuk mengirim dukungan logistik kepada pasukan Militer Iran di Teheran.

Trump kemudian membanggakan serangan itu melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menulis: “Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi. Masih banyak lagi yang akan menyusul!”

Serangan kedua terjadi saat petugas tanggap darurat masih mengevakuasi korban dari gelombang serangan pertama. Situasi tersebut memperburuk dampak kemanusiaan di lokasi.

Menurut laporan yang dikutip dari Axios, seorang pejabat Militer AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kemungkinan serangan terhadap jembatan lain masih terbuka. Trump sendiri sebelumnya telah menyebut jembatan sebagai salah satu target utama dalam operasi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran.

“Kita akan membahas beberapa kemungkinan, ada beberapa kemungkinan bagus yang sudah kita pertimbangkan. Tapi jika mereka mau bernegosiasi, itu akan bagus,” kata Trump.

Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan serangan terhadap bangunan sipil tidak akan memaksa Teheran mundur.

“Menyerang bangunan sipil tidak akan memaksa Iran untuk mundur”, tulis Araghchi di platform X.
“Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih: kerusakan pada reputasi Amerika”.

Di sisi lain, pejabat AS yang dikutip Axios membela serangan itu dengan menyatakan bahwa Jembatan B1 digunakan pasukan Iran untuk memindahkan komponen rudal dan perlengkapan militer. Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik di Iran, terutama karena jembatan itu dikenal luas sebagai proyek sipil yang telah lama dinantikan warga untuk mempercepat akses perjalanan antara Karaj dan Teheran.

Ancaman Trump dan Eskalasi Target Sipil

Sehari sebelumnya, Trump secara terbuka mengatakan Amerika Serikat akan menyerang Iran “dengan sangat keras” untuk memaksa Teheran menerima kesepakatan.

“Kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” kata Trump.

Dalam perkembangan berikutnya, retorika Trump terhadap Iran juga semakin keras. Setelah sebelumnya sempat menggunakan nada yang lebih lunak terhadap warga Iran, pernyataan terbarunya justru berubah menjadi penghinaan terbuka.

Pada Januari lalu, saat gelombang protes terjadi di Iran akibat melemahnya nilai Rial, Trump bahkan mendorong warga Iran untuk terus turun ke jalan.

“Para patriot Iran, teruslah berdemonstrasi – rebut kembali institusi kalian!!! … bantuan sedang dalam perjalanan”, tulis Trump dalam unggahan terdahulu. Pernyataan itu muncul sehari setelah Juru Bicara Gedung Putih mengatakan serangan udara termasuk di antara “banyak sekali pilihan” yang sedang dipertimbangkan presiden AS.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengecam serangan tersebut dan menuduh Amerika Serikat secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil.

“Mereka secara terbuka mengancam akan mengebom infrastruktur listrik kami dan mengembalikan Iran ke Zaman Batu,” bunyi pernyataan misi Iran di PBB.

Fasilitas Kesehatan dan Farmasi Ikut Diserang

Selain jembatan, Iran juga mengutuk serangan AS-Israel terhadap Institut Pasteur Iran, salah satu lembaga kesehatan masyarakat tertua di negara tersebut. Teheran menyebut serangan itu sebagai “serangan barbar terhadap nilai-nilai inti kemanusiaan”.

Institut Pasteur Iran merupakan bagian dari jaringan internasional Pasteur dan telah berdiri selama lebih dari satu abad. Lembaga tersebut berperan dalam penelitian, produksi, pelayanan, serta pendidikan kesehatan masyarakat.

Sejak 1920, Institut itu juga dikenal sebagai salah satu pusat utama produksi vaksin di Kawasan dan memainkan peran penting dalam pengendalian berbagai penyakit menular di Iran maupun tingkat internasional.

Serangan juga menghantam perusahaan farmasi besar Tofigh Daru di Teheran. Serangan rudal yang dilaporkan terjadi pada Selasa pagi memicu kebakaran besar dan menghancurkan unit produksi bahan baku serta fasilitas penelitian dan pengembangan perusahaan tersebut.

Dengan meluasnya sasaran serangan ke jembatan, fasilitas kesehatan, dan industri farmasi, eskalasi terbaru ini dinilai menandai perubahan serius dalam pola operasi Militer AS-Israel terhadap Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *