Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Hegseth Paksa Pensiun Dini Kepala Staf Angkatan Darat AS di Tengah Krisis Perang Lawan Iran

POROS PERLAWANAN — Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth memaksa Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George pensiun lebih awal di tengah gejolak internal Pentagon, menyusul memburuknya tekanan politik dan militer di tengah konflik Washington dengan Iran. Langkah tersebut menambah daftar panjang pencopotan pejabat senior di sektor pertahanan dan memperlihatkan retaknya struktur komando Militer AS.

Pemecatan mendadak Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 itu terjadi pada Kamis 2 April, di tengah gelombang pembersihan terhadap komandan senior Militer Amerika. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya meredam tekanan politik dan strategis setelah serangkaian kegagalan Washington dalam konfrontasi regional dengan Iran.

Menurut laporan Press TV, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada The Hill bahwa Hegseth secara langsung memerintahkan George untuk mundur dan pensiun tanpa penundaan.

Langkah itu kemudian dikonfirmasi Pentagon melalui Juru Bicara Utamanya, Sean Parnell, yang menyatakan, “Departemen Perang berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada bangsa kita. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya.”

George menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sejak September 2023 setelah mendapat persetujuan Senat. Lulusan West Point angkatan 1988 itu sebelumnya bertugas sebagai Wakil Kepala Staf dan pernah terlibat dalam operasi militer Amerika di Irak serta Afghanistan.

Sejak menjabat, Hegseth telah menyingkirkan lebih dari selusin perwira tinggi, termasuk Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal James Slife, Kepala Badan Intelijen Pertahanan Letnan Jenderal Jeffrey Kruse, dan Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti.

Awal tahun ini, Hegseth juga memerintahkan pemecatan salah satu Penasihat Utama Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll, yakni Kolonel David Butler, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan Juru Bicara Jenderal Mark Milley.

Gelombang pembersihan di tubuh Militer AS dinilai mencerminkan tekanan internal yang kian besar di Pentagon. Sejumlah pengamat menilai langkah itu berkaitan erat dengan kegagalan Amerika Serikat memaksakan hasil strategis yang diharapkan dalam konfrontasi dengan Iran.

Kegagalan berulang di sektor militer dan intelijen disebut telah memicu saling tuding di dalam Pentagon. George, yang dinilai dekat dengan kebijakan era Joe Biden, menjadi figur yang paling mudah disorot di tengah tekanan terhadap kebijakan Pemerintahan Donald Trump selama konflik dengan Iran.

Waktu pencopotan George juga dinilai signifikan. Langkah itu terjadi setelah berbulan-bulan eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berujung pada meningkatnya tekanan terhadap struktur komando pertahanan AS.

Dalam periode yang sama, Iran melancarkan sejumlah serangan balasan menggunakan rudal dan pesawat nirawak ke target-target militer Amerika Serikat dan Israel di Kawasan, menyusul meningkatnya ketegangan sejak 28 Februari.

Di tengah perombakan tersebut, Hegseth segera menempatkan figur yang lebih dekat secara politik. Kepala staf Angkatan Darat saat ini, Jenderal Christopher LaNeve, sebelumnya menjabat sebagai ajudan militer Hegseth.

Penunjukan itu memperkuat kesan bahwa restrukturisasi di tubuh Militer AS kini tidak hanya berorientasi pada reformasi institusional, tetapi juga pada konsolidasi loyalitas di lingkar kekuasaan pertahanan Washington.

Trump Pecat Pam Bondi

Secara terpisah, Presiden Donald Trump juga memecat Pam Bondi dari jabatan Jaksa Agung Amerika Serikat pada Kamis.

Bondi dicopot setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan internal terkait penanganan berkas kasus Epstein serta kegagalan dalam mendorong proses hukum terhadap lawan-lawan politik Trump.

Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan akan menunjuk Wakil Bondi, Todd Blanche, sebagai pengganti sementara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *