PM Baru Hungaria Siap Tangkap Netanyahu
POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar menegaskan negaranya akan menjalankan surat perintah penangkapan dari International Criminal Court terhadap siapa pun yang dicari lembaga tersebut, termasuk Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu yang dijadwalkan berkunjung ke Budapest.
Mengutip Press TV pada Selasa 21 April, pernyataan Magyar muncul setelah ia mengundang Netanyahu ke Hungaria pada Oktober, di tengah status pemimpin Israel itu sebagai buronan ICC sejak 2024. Pengadilan tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang dalam konflik Gaza, termasuk penggunaan kelaparan sebagai metode perang.
Magyar menyebut undangan itu merupakan bagian dari agenda diplomatik memperingati 70 tahun pemberontakan anti-Soviet Hungaria 1956. Ia menegaskan undangan serupa juga disampaikan kepada sejumlah kepala negara dan pemerintahan lain.
Meski demikian, ia menekankan kewajiban hukum tetap berlaku. Jika Hungaria berstatus anggota ICC dan seorang buronan memasuki wilayahnya, aparat wajib melakukan penahanan sesuai ketentuan internasional.
“Saya tidak perlu menjelaskan semuanya lewat telepon. Saya berasumsi setiap kepala negara memahami hukum ini,” ujar Magyar.
Magyar juga memastikan pemerintahannya akan menghentikan proses penarikan Hungaria dari ICC sebelum resmi berlaku. Kebijakan keluar dari ICC sebelumnya diumumkan oleh Perdana Menteri petahana, Viktor Orban setelah pertemuannya dengan Netanyahu di Budapest. Penarikan tersebut dijadwalkan efektif pada 2 Juni 2026.
Sikap Magyar mengindikasikan potensi perubahan arah kebijakan luar negeri Hungaria, terutama dalam relasi dengan institusi hukum internasional dan Uni Eropa.
Di sisi lain, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap hakim dan jaksa ICC terkait penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu. PBB mengkritik langkah tersebut sebagai bentuk pembalasan.
