Legislator AS Soroti Mentalitas Trump, Desakan Pencopotan Menguat
POROS PERLAWANAN — Sejumlah legislator Amerika Serikat mendorong penerapan Amandemen ke-25 untuk mencopot Presiden Donald Trump dari jabatannya. Dorongan ini menyusul laporan media mengenai perilaku Trump yang dinilai tidak stabil di tengah meningkatnya ketegangan konflik dengan Iran.
Berdasarkan laporan sejumlah media AS yang dirilis Press TV pada Selasa 21 April, Trump tidak dilibatkan sepenuhnya dalam pengarahan tingkat tinggi tentang operasi penyelamatan dua personel Militer AS yang jatuh dalam konflik dengan Iran. Sumber internal menyebut bahwa pembatasan akses tersebut dilakukan oleh pejabat Gedung Putih karena kekhawatiran terhadap respons Trump.
Insiden itu memicu reaksi dari anggota Kongres. Anggota DPR, Dan Goldman menyatakan situasi tersebut mengkhawatirkan dan menyerukan evaluasi terhadap kemampuan Presiden AS dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai mekanisme dalam Amandemen ke-25 perlu dipertimbangkan untuk menjamin stabilitas kepemimpinan nasional.
Dorongan serupa datang dari sejumlah anggota Partai Demokrat, termasuk Jamie Raskin, yang mengusulkan pembentukan komisi untuk menilai kondisi Trump. Raskin menyebut situasi saat ini sebagai isu keamanan nasional yang memerlukan perhatian serius.
Isu ini berkembang di tengah tekanan politik domestik akibat konflik dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu. Survei terbaru menunjukkan penurunan tingkat persetujuan publik terhadap kinerja Trump, terutama terkait kebijakan luar negeri dan penanganan konflik tersebut.
Data jajak pendapat juga mencerminkan polarisasi politik yang tajam. Mayoritas pemilih Partai Demokrat mendukung pemakzulan, sementara pemilih Partai Republik cenderung menolak. Sementara itu, kelompok pemilih independen menunjukkan kecenderungan lebih terbuka terhadap langkah tersebut.
Secara prosedural, DPR dapat memakzulkan presiden dengan suara mayoritas sederhana, sedangkan Senat memerlukan dukungan dua pertiga suara untuk menjatuhkan vonis. Komposisi politik saat ini membuat langkah pencopotan menghadapi tantangan besar di Kongres.
Perkembangan ini menambah tekanan terhadap Pemerintahan Trump, baik di dalam negeri maupun dalam konteks kebijakan luar negeri yang tengah menjadi sorotan publik.
