Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Kantor Nabih Berri Bantah Tuduhan ‘Setujui Negosiasi Langsung’ dengan Israel, Sebut Upaya Sesatkan Opini Publik

POROS PERLAWANAN — Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya mendukung negosiasi langsung dengan entitas Pendudukan Israel. Dikutip dari Al Mayadeen, kantor media Berri menyatakan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk disinformasi yang bertujuan merusak kepercayaan publik dan menggoyahkan sikap nasional Lebanon terhadap pendudukan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa 28 April, kantor media Berri menolak keras laporan salah satu saluran televisi Lebanon yang mengeklaim bahwa Ketua Parlemen mendukung jalur perundingan langsung dengan Israel dan memiliki keselarasan pandangan dengan Presiden Joseph Aoun mengenai penghentian perang.

Menurut pernyataan tersebut, tudingan semacam itu tidak berdasar dan sengaja diarahkan untuk memengaruhi opini publik. Kantor media Berri menegaskan bahwa hubungan kepercayaan antara Berri dan para pendukungnya “tetap kokoh dan tidak akan terguncang oleh kampanye disinformasi”.

Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas memburuknya integritas media dan penyimpangan dari prinsip nasional. “Satu-satunya rasa marah dan dukacita kami adalah terhadap kondisi kebebasan dan kebenaran yang kini dirusak oleh pihak-pihak yang telah menyimpang dari jalan nasional,” bunyi pernyataan itu.

Lebih lanjut, kantor media tersebut menegaskan bahwa prinsip-prinsip nasional tidak dapat dinegosiasikan. “Kami tidak mendukung negosiasi langsung, dan prinsip-prinsip ini tidak akan pernah ditukar dalam keadaan apa pun,” tegas pernyataan itu.

Sementara itu, Berri juga menegaskan bahwa seluruh pembahasan politik internal Lebanon saat ini ditunda hingga gencatan senjata diberlakukan. Kepada para pengunjung di kediamannya di Ain el-Tineh, ia mengatakan bahwa “semuanya ditunda, dan tidak ada persoalan yang akan dibahas sampai gencatan senjata diberlakukan”.

Ketika diminta menanggapi pernyataan Presiden Aoun tentang perlunya gencatan senjata sebelum negosiasi dimulai, Berri menjawab singkat, “Tanyakan padanya,” lalu menambahkan, “Di mana gencatan senjata saat ini?”

Ia juga membantah adanya kesepakatan soal pembentukan Kabinet baru, seraya menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah penghentian agresi. “Pemerintah sama bekunya dengan Lebanon itu sendiri,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Lebanon selatan. Serangan udara dan pemboman besar-besaran di berbagai wilayah telah menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil dan menyebabkan kehancuran luas pada rumah-rumah warga.

Di tengah agresi yang terus berlangsung, wacana negosiasi langsung dengan Israel menuai penolakan keras dari Hizbullah, Gerakan Amal, dan mayoritas rakyat Lebanon yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kompromi terhadap pendudukan.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *