Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC: Pengaruh AS di Teluk Persia Akan Berakhir

POROS PERLAWAAN — Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kehadiran Amerika Serikat dan kekuatan asing di Teluk Persia akan segera berakhir, seraya menegaskan komitmen memperkuat kendali atas Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global. Pernyataan ini menandai eskalasi retorika keamanan Kawasan di tengah konflik yang belum mereda.

Dalam pernyataan memperingati Hari Nasional Teluk Persia pada Kamis 30 April, IRGC menilai keamanan Kawasan tidak dapat dicapai melalui kehadiran kekuatan eksternal. Stabilitas, menurut IRGC, harus dibangun melalui kerja sama negara-negara pesisir tanpa intervensi asing.

Menurut laporan Press TV, IRGC menyebut situasi Teluk Persia berada pada titik krusial setelah konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Kebijakan Washington dinilai memperluas ketidakstabilan dan menghambat kerja sama regional yang berbasis kepercayaan dan solidaritas.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan Selat Hormuz, IRGC menegaskan akan terus meningkatkan kapasitas militernya. Jalur tersebut disebut sebagai urat nadi ekonomi, energi, dan komunikasi Kawasan, sekaligus titik strategis dalam distribusi energi global.

IRGC juga menegaskan komitmen menjaga kedaulatan Iran di wilayah tersebut. Penguatan kemampuan militer diarahkan untuk memastikan implementasi kebijakan nasional serta perlindungan kepentingan strategis negara.

Dalam pernyataannya, IRGC turut mengenang sejumlah tokoh Militer yang gugur dalam konfrontasi dengan Amerika Serikat. Penghormatan ini disebut sebagai bagian dari narasi kontinuitas perlawanan terhadap tekanan eksternal.

IRGC menyimpulkan bahwa dinamika terkini mengarah pada perubahan tatanan Kawasan. Mereka menyatakan pengaruh kekuatan asing akan memudar, membuka jalan bagi model keamanan regional yang lebih mandiri dan berorientasi pada kepentingan negara-negara Teluk.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *