Bennett: Tentara Israel Berubah dari ‘Pemburu’ Menjadi ‘Mangsa’
POROS PERLAWANAN – Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett melontarkan kritik pedas terhadap situasi Rezim Zionis saat ini. Dia mengatakan, “Mengingat pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Kabinet dan pimpinan politik Israel, pasukan militer kita di Lebanon kini berubah dari pemburu menjadi yang diburu.”
“Akibat tekanan domestik dan protes internasional, tangan Militer Israel terikat dalam menghadapi musuhnya, yang meningkatkan risiko dan kerentanan pasukan kita.” imbuhnya, Fars memberitakan.
Bennett menyatakan, tugas utama Komando Israel adalah memastikan keamanan dan keselamatan prajurit serta warganya. Menurutnya, segala upaya yang diperlukan harus dilakukan untuk meraih kemenangan dan menjaga keamanan internal, meskipun hal ini harus dilakukan dengan membatasi operasi militer.
Secara terpisah, media-media Israel melaporkan bahwa Hizbullah Lebanon pada hari Jumat 1 Mei meluncurkan rudal dan drone bermuatan bom ke arah target-target Israel di selatan Lebanon. Sumber-sumber Ibrani juga melaporkan bahwa beberapa tentara Rezim terluka akibat ledakan drone bermuatan bom di selatan Lebanon.
Sementara itu, berbagai media Ibrani menggambarkan situasi politik dan militer saat ini sebagai “kekalahan politik dan kegagalan militer”.
Pada saat yang sama, Perlawanan Islam Lebanon mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan kumpulan pasukan militer Israel di kawasan al-Biyadhah dengan drone kamikaze. Perlawanan mengonfirmasi bahwa serangan tersebut mengenai sasaran secara langsung.
Selain itu, Perlawanan Islam menyatakan bahwa mereka telah menyerang kumpulan pasukan militer rezim Zionis di sekitar kompleks Musa Abbas di kota Bint Jbeil dengan peluru artileri.
Perlawanan Islam juga mencatat bahwa mereka telah menyerang kumpulan pasukan militer Zionis di sekitar sekolah di pemukiman Hula dengan peluru artileri.
